Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obligasi Lippo Karawaci (LKPR) Oversubscribed Hampir Dua Kali

Penerbitan obligasi baru membuat Lippo Karawaci tidak memiliki utang besar hingga 2025.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  09:23 WIB
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady (kiri) bersama Presiden Direktur Ketut Budi Wijaya memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady (kiri) bersama Presiden Direktur Ketut Budi Wijaya memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, Jakarta - Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. telah menyelesaikan penawaran obligasi tambahan senilai US$95 juta atas obligasi awal lima tahun senilai US$325 juta.

Penawaran mendapatkan respon yang positif di kalangan investor yang mana kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir dua kali lipat dengan nilai pemesanan sebesar US$183 juta.

Obligasi tambahan tersebut menawarkan imbal hasil sebesar 7,80 persen, atau 32,5 bps lebih rendah (pada harga US$101,29) dibanding obligasi yang diterbitkan pada Januari 2020. Penawaran obligasi terbaru didukung oleh joint global coordinators and bookrunners di antaranya Credit Suisse, BNP Paribas dan Deutche Bank serta joint bookrunners Citi, CIMB dan Mandiri.

Dana hasil penerbitan obligasi tambahan tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh sisa utang jatuh tempo pada 2022. Walhasil, Lippo Karawaci akan memiliki utang terbatas yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan hingga 2025.

Emiten bersandi saham LPKR itu mengklaim, rasio utang bersih terhadap ekuitas tercatat sebesar 21 persen, nisbah terendah di antara perusahaan properti di Indonesia.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan saat ini hingga 2025 perseroan tidak akan memiliki utang besar yang akan jatuh tempo hingga 2025 sehingga perseroan bisa fokus melakukan ekspansi.

"Kami akan fokus pada peluncuran produk perumahan, penjualan persediaan serta peningkatan pra penjualan secara keseluruhan," ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (11/2/2020).

Untuk diketahui, LPKR memiliki total aset senilai US$4 miliar per 30 September 2019. Bisnis utama perseroan meliputi pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle mall dan layanan kesehatan.

Melalui dua anak perusahaan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK), dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD), LPKR juga mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota Lippo Cikarang di Bekasi dan Lippo Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, LPKR juga memiliki 51,05 persen saham jaringan rumah sakit swasta PT Siloam International Hospitals Tbk. dan Units di kedua REIT yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing US$1 miliar dan US$1,4 miliar per tanggal 30 September 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top