Pasar Domestik Lesu, Begini Strategi Surya Toto (TOTO) Genjot Penjualan

Penjualan produk sanitasi di dalam negeri lesu karena terdampak perlambatan sektor properti.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  00:42 WIB
Pasar Domestik Lesu, Begini Strategi Surya Toto (TOTO) Genjot Penjualan
Ilustrasi Produk saniter keramik

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) menyatakan bakal fokus menggarap segmen menengah ke bawah untuk penjualan produk sanitasi di dalam negeri. Perseroan juga akan tetap mengandalkan segmen pasar ekspor untuk menopang penjualan.

Presiden Direktur Surya Toto Indonesia (TOTO) Hanafi Admadiredja mengatakan pasar domestik saat ini memang tengah lesu. Untuk itu, perseroan mencoba menggarap segmen menengah ke bawah karena ceruk pasar ini belum banyak terjamah. Dia berharap, penetrasi pasar ke segmen menengah bawah bisa membuat produk perseroan laku di pasaran. 

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki), penurunan permintaan keramik sanitasi dirasakan sejak akhir 2017. Sebelumnya, produksi diserap pasar domestik sebesar 70 persen dan untuk ekspor sebesar 30 persen. Sekarang proporsi serapan lokal hanya sebesar 55 persen dan sisanya ekspor. Penurunan penyerapan ini diduga akibat dampak perlambatan di sektor properti. 

Pada semester I/2019, penjualan domestik Surya Toto turun 18,05 persen menjadi Rp744,27 miliar sedangkan penjualan ekspor naik 3,13 persen menjadi Rp245,46 miliar. “Pasar dalam negeri hingga saat ini masih menjadi penopang penjualan,” ujar Hanafi melalui siaran pers, Minggu (9/2/2020).

Di sisi lain, emiten bersandi saham TOTO itu akan tetap mengandalkan pasar ekspor. Perseroan membidik ekspor ke Vietnam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah. China, Jepang, dan Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama produk TOTO. 

“Walaupun masih ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi untuk ekspor, antara lain, masih lesunya ekonomi global dan perang dagang antara AS dan China yang masih terus berlangsung hingga saat ini," jelas Hanafi.

Untuk diketahui, Surya Toto memulai produksi sejak 1977 dan kini memiliki jaringan dealer lebih dari 3.000 titik di seluruh Indonesia. TOTO memiliki 3 pabrik di Indonesia yang berada di Serpong, Balaraja, dan Surabaya. Pabrik di Balaraja tercatat yang paling besar dengan lahan seluas 27 hektare dan delapan lini produksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, aksi emiten

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top