Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Tengah BI Menguat 20 Poin, Mata Uang Asia Tertekan

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (27/1/2020) di level Rp13.612 per dolar AS, menguat 20 poin atau 0,14 persen dari posisi Rp13.632 pada Jumat (24/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  12:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (27/1/2020) di level Rp13.612 per dolar AS, menguat 20 poin atau 0,14 persen dari posisi Rp13.632 pada Jumat (24/1/2020).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.680 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.543 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp137.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.607 per dolar AS dengan pelemahan 24 poin atau 0,18 persen pada pukul 11.05 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (24/1/2020), rupiah mampu ditutup di level Rp13.583 per dolar AS dengan penguatan sebesar 56 poin atau 0,41 persen, penguatan hari perdagangan ketiga berturut-turut.

Kurs rupiah mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka stagnan di posisi 13.583 pada Senin (27/1). Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 13.583 – 13.618.

Mata uang lainnya di Asia mayoritas ikut melemah, dipimpin won Korea Selatan dan yuan offshore China yang terdepresiasi 0,77 persen dan 0,52 persen terhadap dolar AS.

Sebaliknya, nilai tukar yen Jepang, yang bersifat sebagai aset safe haven dan kerap diburu manakala pasar dilanda keresahan, menguat 0,21 persen pada pukul 11.28 WIB.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Won Korea Selatan          1.176,51-0,77
Yuan Offshore China6,9666-0,52
Baht Thailand30,654-0,3
Dolar Taiwan30,104-0,26
Dolar Singapura1,3537-0,2
Rupiah13.607-0,18
Rupee India71,4475-0,16
Peso Filipina50,831-0,08
Dolar Hong Kong7,7746-0,03
Yen Jepang109,05+0,21

Dilansir dari Bloomberg, mayoritas mata uang di Asia melemah di tengah merosotnya permintaan untuk aset-aset berisiko menyusul laporan tentang bertambahnya korban jiwa akibat wabah virus corona (coronavirus) berjenis baru.

Komisi Kesehatan Nasional China mengonfirmasikan 2.744 kasus penularan di China daratan dan jumlah kematian yang bertambah menjadi 80 korban jiwa.

Pemerintah setempat pun memperpanjang periode liburan Tahun Baru Imlek di tengah laporan mengenai penyebaran infeksi yang semakin intensif dengan gelombang kasus baru bermunculan di seluruh dunia.

“Ancaman terbesar terhadap ekonomi global bukan hanya karena penyakit ini menyebar dengan cepat ke berbagai negara melalui jaringan terkait dengan perjalanan global,” ujar Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader, dalam sebuah catatan.

“Tapi juga, karena guncangan ekonomi terhadap mesin industri dan konsumsi kolosal China akan menyebar dengan cepat ke negara-negara lain melalui peningkatan hubungan perdagangan dan keuangan yang terkait dengan globalisasi,” lanjutnya.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik tipis 0,022 poin atau 0,02 persen ke level 97,875 pada pukul 11.18 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (24/1), indeks dolar berakhir di level 97,853 dengan penguatan 0,16 persen atau 0,160 poin.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalPosisi
27 Januari13.612
24 Januari13.632
23 Januari13.626
22 Januari13.678
21 Januari13.658

Sumber: Bank Indonesia


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top