Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wijaya Karya (WIKA) Berburu Kontrak Luar Negeri Rp5,7 Triliun

Pada 2019, Wijaya Karya (WIKA) mengantongi kontrak baru dari luar negeri sekitar Rp7 triliun. Berapa target yang dibidik pada 2020?
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  19:34 WIB
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana (kanan) berjabat tangan dengan CEO TSG Global Holdings Rubar Sandi di sela penandatanganan Penjajakan Peluang-peluang Proyek Infrastruktur di Jakarta, Rabu (22/1/2020). - Istimewa
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana (kanan) berjabat tangan dengan CEO TSG Global Holdings Rubar Sandi di sela penandatanganan Penjajakan Peluang-peluang Proyek Infrastruktur di Jakarta, Rabu (22/1/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menargetkan perolehan proyek baru dari luar negeri senilai Rp5,7 triliun sepanjang 2020.

Dibandingkan dengan target kontrak baru secara keseluruhan sebesar Rp65 triliun, maka nilai tersebut berkontribusi sebesar 8,77%.

Sementara itu, realisasi kontrak dari luar negeri pada 2019 sekitar Rp7 triliun atau 16,63% dari realisasi kontrak baru senilai Rp42,1 triliun.

Corporate Secretary Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan target tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan realisasi kontrak luar negeri pada 2019. Dia menjelaskan angka tersebut didapatkan setelah perseroan mengidentifikasi terhadap peluang yang ada.

"Potensi dari luar negeri masih besar untuk di-explore, bahkan identifikasi kami di Asia Pasific potensinya lebih dari Rp10 triliun. Namun, dari sekian besar potensi itu, kami memilah mana yang definitif bisa didapat dan mana yang potensial," ujarnya seusai penandatanganan kerja sama antara TSG Global Holdings bersama 10 perusahaan Indonesia di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Mahendra menyebutkan proyek luar negeri senilai Rp5,7 triliun tersebut merupakan daftar yang diyakini bisa didapatkan perseroan.

Dia pun menyatakan pihaknya percaya diri bisa mendapatkan lebih dari yang ditargetkan pada akhir tahun nanti, apalagi saat ini perseroan juga masih mengikuti tender pengembangan bandara di Taiwan senilai kurang lebih Rp10 triliun yang akan dilaksanakan pada semester I/2020.

Saat ini, proyek luar negeri yang didapatkan emiten dengan kode saham WIKA tersebut sebesar 60% berasal dari wilayah Asia Pasifik dan sisanya dari Afrika. Beberapa proyek yang telah didapatkan dari wilayah tersebut antara lain proyek pembangunan mix-used building di Senegal senilai US$250 juta, yang akan mulai berjalan pada paruh pertama tahun ini.

"Yang sudah berjalan juga ada di Aljazair dan di Niger," jelasnya.

Sebelumnya, dari kesepakatan yang terjadi di Indonesia Afrika Infrastructure Dialogue (IAID) pada tahun lalu, WIKA juga mendapatkan proyek di Zanzibar, Senegal, Tanzania, dan Pantai Gading.

Teranyar, WIKA menjajaki peluang proyek infrastruktur di Democratic Republic of Congo dengan menjalin kolaborasi bersama TSG Global Holdings. Salah satu bentuk sinergi antara TSG Holdings dan WIKA adalah rencana proyek pembangunan PLTS di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn wijaya karya
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top