Targetkan Jaring 38.000 UMKM, Ini Strategi Distribusi Voucher Nusantara (DIVA)

Pada tahun ini, Distribusi Voucher Nusantara menargetkan dapat menjaring 38.000 mitra UMKM.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  15:34 WIB
Targetkan Jaring 38.000 UMKM, Ini Strategi Distribusi Voucher Nusantara (DIVA)
Presdir PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) Raymond Loho (dari kanan) bersama Komisaris Suryandi Jahja , Direktur PT Bursa Efek Indonesia I Nyoman Yetna, dan Komisaris Utama DIVA Martin Suharlie mengamati pergerakan saham, usai pencatatan perdana saham perseroan, di Jakarta, Selasa (27/11/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) akan tetap memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sejalan dengan target pemerintah untuk mendigitalisasi 8 juta UMKM.

Direktur Distribusi Voucher Nusantara Stanley Tjiandra mengatakan pertumbuhan perseroan didorong oleh meningkatnya mitra UMKM. Pada tahun ini, lanjutnya, perseroan menargetkan dapat menjaring 38.000 mitra UMKM.

“Salah satu strategi yang dilakukan perseroan untuk menopang pertumbuhan ke depannya adalah dengan mempersenjatai para pelaku usaha UMKM dengan DIVA Intelligent Instant Messaging dan DIVA Smart Outlet yang memampukan mereka dari hanya mengandalkan single product single channel menjadi multi products multi channels,”jelasnya kepada Bisnis, Minggu (12/1/2020).

Terlebih lagi, emiten digital berkode saham DIVA itu telah secara resmi berinvestasi di PT Alphanovation Digital Teknindo yang merupakan pengembang POS platform Pawoon.

Investasi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis perseroan mengingat Pawoon memiliki basis konsumen yang besar (100.000 registered users) dengan pertumbuhan bisnis yang tinggi.

Selain itu, ungkapnya, platform digital yang dikembangkan Perseroan juga merupakan suatu platform infrastruktur yang memiliki arsitektur terbuka (Open Architecture) sehingga bisa juga diaplikasikan ke berbagai macam sektor.

Dia mneyebutkan bahwa sektor-sektor lain, seperti healthcare, asuransi, investasi dan horeca (hotel, restoran & kafe) dapat menggunakan platform yang dikembangkan oleh DIVA.

Menurut Stanley, ke depannya dengan semakin berkembangnya digitalisasi pembayaran, Perseroan juga akan menyediakan platform unified payment kepada para mitra di sektor ritel untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dari segi operasional bagi para mitra dan konsumennya.

Platform unified payment ini dapat menerima segala jenis pembayaran, mulai dari kartu debit dan kartu kredit sampai dengan contactless card dan uang elektronik, semua dalam satu perangkat.

Selain itu, perangkat unified payment juga memampukan mitra pengguna untuk juga dapat menjual berbagai produk dan layanan digital, seperti pulsa telepon, data internet, pulsa listrik, tiket kereta, top up e-money, dan lain-lain.

Saat ini, pihaknya juga tengah memperkuat infrastuktur teknologi keuangan dengan merambah ke berbagai layanan keuangan digital, termasuk di antaranya adalah layanan branchless banking yang bekerja sama dengan berbagai perbankan di Tanah Air guna mendukung program keuangan inklusif pemerintah.

“Mengingat kami lewat anak usaha, juga hadir di berbagai fasilitas layanan publik dan infrastruktur umum, salah satunya adalah di jaringan halte TransJakarta bekerja sama dengan pihak Jak Lingko dan BNI dengan menyediakan fasilitas top up dan penjualan kartu prabayar” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Distribusi Voucher Nusantara, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top