Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China dan AS Makin Siap Rujuk, Harga Tembaga Menguat

Harga tembaga di London Metal Exchange ditutup menguat 0,66% atau 40,50 poin ke level US$6.215 per ton, Kamis (19/12/2019), tertinggi sejak 3 Mei lalu.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 20 Desember 2019  |  15:47 WIB
Batang tembaga terlihat di pabrik kabel Truong Phu di provinsi Hai Duong utara, di luar Hanoi, Vietnam 11 Agustus 2017. - REUTERS /Kham
Batang tembaga terlihat di pabrik kabel Truong Phu di provinsi Hai Duong utara, di luar Hanoi, Vietnam 11 Agustus 2017. - REUTERS /Kham

Bisnis.com, JAKARTA – Harga tembaga London masih stabil di atas US$6.200 per ton di perdagangan Asia pada Jumat (20/12/2019), menuju kenaikan mingguan kelima beruntun mereka, dipicu oleh aura positif negosiasi dagang AS-China, serta prospek permintaan yang membaik di konsumen top China.

Dikutip dari Reuters, Jumat (20/12) logam yang banyak digunakan dalam konstruksi dan listrik ada di jalur untuk menguat 1,4 persen minggu ini dan naik 4,2 persen sepanjang tahun ini.

Harga tembaga di London Metal Exchange ditutup menguat 0,66 persen atau 40,50 poin ke level US$6.215 per ton, Kamis (19/12/2019), tertinggi sejak 3 Mei lalu.

Adapun kontrak tembaga Februari yang paling banyak diperdagangkan di Shanghai naik 0,6 persen menjadi 49,330 yuan (US$7.038,70) per ton.

Kementerian perdagangan China menyatakan, negaranya dan Amerika Serikat tengah menjalin komunikasi untuk penandatanganan perjanjian perdagangan fase satu.

Kesepakatan itu nantinya akan membuat lebih rendah tarif AS untuk barang-barang China dan pembelian China lebih tinggi untuk pertanian, energi, dan manufaktur AS.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Sementara itu, pada Selasa (17/12) Biro Statistik Nasional melaporkan, produksi tembaga halus China naik 19,6 persen tahun ke tahun ke rekor tertinggi bulanan 909.000 ton pada November.

China mempertahankan suku bunga pinjaman pada Jumat, seperti yang diharapkan, setelah bank sentral mempertahankan biaya pinjaman pinjaman jangka menengah stabil awal bulan ini.

Dalam perkembangan lain, harga aluminium Shanghai naik untuk yang keempat hari berturut-turut, sebanyak 0,6 persen menjadi 14.245 yuan per ton, tertinggi sejak 16 September, karena persediaan rendah meningkatkan pasokan. Aluminium LME naik sebanyak 0,4 persen menjadi US$ 1,804.50 per ton, tertinggi sejak 11 November.

Aluminium Corp of China Ltd, dikenal sebagai Chalco, mengatakan pada Kamis (19/12) akan membayar 1,29 miliar yuan (US$183 juta) untuk 10 persen saham di produsen aluminium regional Yunnan Aluminium melalui penawaran saham.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas tembaga
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top