Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WTI Naik, Laporan Stok Minyak AS Batasi Penguatan

Minyak mentah menguat pada perdagangan Selasa (17/12/2019), meskipun sedikit mereda setelah laporan industri menunjukkan kejutan membangun pasokan minyak mentah dan bahan bakar AS, memicu kekhawatiran permintaan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 Desember 2019  |  07:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Minyak mentah menguat pada perdagangan Selasa (17/12/2019), meskipun penguatan menipis setelah pasokan minyak mentah dan bahan bakar AS, memicu kekhawatiran permintaan.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari menguat 0,33 poin ke level US$60,54 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 16.59, setelah sempat menyentuh level US$61 untuk pertama kalinya sejak tiga bulan terakhir.

WTI telah menguat 10 persen sejak akhir November dan berada di jalur menuju kenaikan bulanan terbesar sejak awal tahun ini.

Sementara itu, Brent untuk kontrak Februari menguat 0,5 poin ke level US$65,84 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada premium US$5,36 premium untuk WTI bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, penguatan harga minyak mereda setelah American Petroleum Institute melaporkan kenaikan 4,71 juta barel dalam persediaan minyak mentah pekan lalu, melampaui ekspektasi analis.

Sementara itu, pasokan bensin AS naik 5,6 juta barel, menurut data API, lebih dari dua kali lipat dari yang diperkirakan para analis yang disurvei oleh Bloomberg.

"Itu adalah data yang kurang baik, peningkatan besar stok minyak mentah dan bensin," kata Michael Loewen, direktur strategi komoditas di Scotiabank, seperti dikutip Bloomberg.

Secara musiman, stok bensin sudah berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Jika Energy Information Administratoin mengonfirmasi data API pada hari Rabu, kenaikan stock bensin build akan menjadi yang terbesar sejak Januari.

Selain itu, API juga melaporkan peningkatan persediaan minyak sulingan menjadi hampir 4 juta barel.

Minyak berjangka menguat didukung oleh rebound produksi pabrik AS dan kemajuan kesepakatan perdagangna antara dua ekonomi terbesar dunia, mengikuti penurunan produksi yang lebih dalam dari yang diperkirakan yang disepakati oleh OPEC+ awal bulan ini. Padahal, menurut Citigroup Inc. hal itu akan membantu membuat harga minyak mentah tetap terjaga.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Januari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
17/12/201960,54+0,33 poin
16/12/201960,21+0,14 poin
13/12/201960,07+0,89 poin
Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Februari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
17/12/201965,84+0,5 poin
16/12/201965,34+0,12 poin
13/12/201965,22+1,02 poin

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top