Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Blue Bird (BIRD) Bergerak di Teritori Negatif

Saham PT Blue Bird Tbk. terkoreksi tipis pada awal perdagangan hari ini setelah berembus kabar Gojek bakal mencaplok 5% saham operator taksi itu.
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Blue Bird Tbk. terkoreksi tipis pada awal perdagangan hari ini setelah berembus kabar Gojek bakal mencaplok 5% saham operator taksi itu.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (17/12/2019) hingga pukul 9:50 WIB, saham BIRD turun 10 poin atau 0,36% ke level Rp2.740 per saham.

Transaksi saham BIRD tercatat baru mencapai gross value Rp9,03 miliar yang mayoritas dilakukan oleh Indo Premier Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Saham BIRD melanjutkan pelemahan yang terjadi pada Senin (16/12/2019) sebesar 1410 poin atau -4,84% ke level Rp2.750.

Pergerakan harga saham BIRD yang melemah pada awal pekan ini berbanding terbalik dengan laju BIRD pada pekan lalu. Sepanjang 10-13 Desember, BIRD terus menghijau dengan kenaikan kumulatif 37,62% dari level Rp2.100 ke level Rp2.890 pada akhir perdagangan Jumat (13/12/2019).

Seperti diberitakan Bisnis, perusahaan teknologi penyedia jasa transporasi daring Gojek dikabarkan bakal mencaplok 5% saham BIRD. Melansir Bloomberg, Gojek dikabarkan akan menggelontorkan dana sekitar US$30 juta atau sekitar Rp420 miliar untuk mencaplok 5% saham BIRD atau sebanyak 126,18 juta saham.

Keduanya disebutkan menyepakati jual-beli saham tersebut pada harga 20% lebih di atas harga penutupan saham BIRD pada perdagangan Senin (16/12/2019) yang berada di level harga Rp2.750 per saham. Apabila harga pembelian itu 20% di atas harga pasar, maka Gojek membeli BIRD di level Rp3.300 per saham.

Saat dimintai konfirmasi, Investor Relations Blue Bird Michael Tene belum ingin berkomentar terkait dengan rumor pasar tersebut.

“Mohon maaf, saya tidak bisa berkomentar mengenai itu,” katanya kepada Bisnis, Senin (16/12/2019).

Kendati demikian, Michael menyebut hingga saat ini perseroan masih menjalin kerja sama operasi dengan Gojek. Keduanya telah melakukan operasi bersama sejak 2017 lalu.

Michael mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk menambah saluran pemesanan untuk operasional perseroan di luar dari saluran yang sudah ada yaitu taksi stand, call center, dan aplikasi MyBlueBird.

“Selama ini kerja sama tersebut memiliki dampak positif untuk perseroan,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper