Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Blue Bird (BIRD) Siap Tambah 200 Taksi Listrik pada 2020

Perseroan akan mengucurkan investasi hingga US$8 juta untuk penambahan 200 unit taksi listrik pada 2020.
Taksi listrik Blue Bird tengah melakukan pengisian baterai di Bandara Soekarno-Hatta./AP2
Taksi listrik Blue Bird tengah melakukan pengisian baterai di Bandara Soekarno-Hatta./AP2

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten transportasi, PT Blue Bird Tbk. akan melanjutkan ekspansinya pada kendaraan dengan energi terbarukan sebagai armadanya pada tahun depan.

Adapun pada saat ini, emiten berkode saham BIRD tersebut telah mengoperasikan taksi listrik sebanyak 30 unit yang telah mengaspal untuk daerah Jabodetabek sejak Mei 2019 dengan investasi senilai Rp40 miliar.

Pada Senin (9/12/2019), manajemen Blue Bird bersama dengan produsen kendaraan listrik asal China, yakni BYD telah menandatangani naskah kerja sama penambahan unit kendaraan listrik.

Head of Investor Relation Blue Bird Michael Tene mengungkapkan bahwa penandatanganan tersebut untuk pembelian unit baru taksi listrik dan dukungan BYD kepada perseroan sebagai salah satu pengguna produknya.

Michael menjelaskan bahwa taksi listrik masih menjadi bagian dari anggaran belanja modal pada tahun depan. Kendati demikian, Michael masih enggan untuk membeberkan nilai investasi yang bakal dikucurkan perseroan untuk ekspansi tersebut.

“Taksi listrik masih menjadi bagian dari capex perseroan tahun depan ada 200 unit tambahan yang akan kami beli pada 2020,” katanya kepada Bisnis, Selasa (10/12/2019).

Sebelumnya Direktur Keuangan Blue Bird Sandy Permadi mengatakan bahwa perseroan akan mengucurkan investasi hingga US$8 juta untuk penambahan 200 unit taksi listrik pada 2020.

Sandy mengatakan bahwa rencananya perseroan akan merealisasikan pembelian taksi listrik tersebut paling cepat pada kuartal I/2020, hal itu tergantung ketersediaan armada dari produsen.

“Kisaran US$6 juta—US$8 juta . Ini juga yang sedang kita bicarakan masalah timing availability produk, kalau kami inginnya tahun ini,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (10/10/2019).

Untuk pendanaan, Sandy mengatakan perseroan telah mengantongi dua kreditur dari perbankan yang siap berinvestasi pada kendaraan listrik.

Hingga saat ini, sudah ada dua perbankan swasta dan BUMN yang telah menyatakan siap untuk memberikan fasilitas kredit khusus untuk Blue Bird.

“Mereka [perbankan] sudah siap untuk membuka line credit khusus untuk electric vehicle,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper