Perkembangan Perundingan AS-China Positif, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat karena bersikap positif terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pembicaraan perdagangan dengan China "bergerak  maju.”
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  15:19 WIB
Perkembangan Perundingan AS-China Positif, Bursa Asia Menguat
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat karena bersikap positif terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pembicaraan perdagangan dengan China "bergerak  maju.”

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang tepantau menguat 0,3 persen, sedangkan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,11 persen dan 0,23 persen. Adapun indeks Kospi menguat 1,02 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite menguat 0,43 persen, sedangkan indeks CSI 300 naik 0,59 persen. Adapun indeks Hang Seng melonjak 1,04 persen.

Dilansir Reuters, nada optimis Trump dalam komentar pada hari Kamis sudah cukup untuk memicu aksi beli, meskipun belum ada kesepakatan antara Washington dan Beijing tentang perlunya penurunan tarif sebagai bagian dari kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dagang kedua negara.

"Banyak pelaku pasar mengambil sikap wait and see mengingat kurangnya isyarat perdagangan baru menjelang data payroll AS dan peristiwa-peristiwa penting lainnya. Tetapi jelas, suasana hati sedikit positif," kata Yasuo Sakuma, kepala investasi di Libra Investments, seperti dikutip Reuters.

Investor berharap kedua belah pihak akan mencapai kompromi untuk setidaknya menghindari ketakutan terburuk mereka, bahwa AS akan tetap menerapkan tariff pada impor China senilai US$156.

Investor juga menantikan pertemuan kebijakan The Fed pada 1-11 Desember serta tenggat waktu 15 Desember yang akan datang untuk pengenaan tarif AS lebih lanjut pada barang-barang Cina. Sebuah jajak pendapat Reuters dari para ekonom dan analis menunjukkan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada 1,50-1,75 persen.

Sakuma mengatakan pasar kemungkinan akan tetap cukup tangguh karena investor telah mengambil tindakan pencegahan terhadap kemungkinan penurunan saham dengan mengambil opsi beli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top