Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dolar AS Masih Terkoreksi, Rupiah Bergerak Fluktuatif

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak fluktuatif pada perdagangan pagi ini, Rabu (4/12/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  08:39 WIB
Petugas melayani penukaran uang dolar Amerika di salah satu gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Petugas melayani penukaran uang dolar Amerika di salah satu gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak fluktuatif pada perdagangan pagi ini, Rabu (4/12/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terapresiasi tipis 5 poin atau 0,04 persen di level Rp14.110 per dolar AS. Namun apresiasi nilai tukar rupiah kemudian terkikis dan stagnan di level Rp14.115 yang dibukukan pada perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (3/12/2019), pergerakan nilai tukar rupiah berakhir di level tersebut dengan penguatan 10 poin atau 0,07 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, tampak terkoreksi tipis 0,01 persen atau 0,010 poin ke level 97,727 pada perdagangan Rabu (4/12) pukul 08.03 WIB.

Indeks dolar melanjutkan koreksinya setelah berakhir melemah 0,12 persen atau 0,119 poin ke posisi 97,737 pada Selasa (3/12), penurunan hari kedua berturut-turut.

Menurut Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal, pelemahan dolar AS membantu rupiah mampu berakhir menguat pada perdagangan Selasa (3/12) setelah sempat terdampak peristiwa ledakan di Monas.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

"Ledakan meningkatkan kekhawatiran pasar keuangan lokal dan memicu pasar secara spontan menjauhi rupiah, sebelum akhirnya kembali fokus terhadap data ekonomi AS yang rendah," ujar Faisyal kepada Bisnis.

Sebagai informasi, data ISM Manufaktur AS kembali terkontraksi pada November di level 48,1 dan menjadi data yang dirilis di bawah level 50 selama empat bulan berturut-turut.

Dia memprediksi rupiah berpotensi melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (4/12/2019), seiring dengan sepinya perilisan data ekonomi dalam negeri dan rilis data indeks jasa China yang diprediksi lebih baik daripada capaian sebelumnya.

Hal tersebut dinilai menjadi angin segar bagi rupiah untuk bergerak menguat di kisaran Rp14.070 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.

Meski demikian, pasar akan tetap fokus terhadap ketidakpastian negosiasi dagang AS dan China setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani RUU yang mendukung demonstran Hong Kong.

Sejalan dengan pergerakan kurs rupiah, nilai tukar mata uang lainnya di Asia mayoritas terpantau melemah pada perdagangan Rabu (4/12) pagi, dipimpin won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,54 persen pada pukul 08.14 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top