Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Apple Naik Tajam, Wall Street Catat Rekor

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kompak mencetak rekor pada akhir perdagangan Senin (25/11/2019), didorong tanda-tanda progres kesepakatan dagang antara pemerintah AS dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 November 2019  |  07:23 WIB
Logo Apple Inc. - Reuters
Logo Apple Inc. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kompak mencetak rekor pada akhir perdagangan Senin (25/11/2019), didorong tanda-tanda progres kesepakatan dagang antara pemerintah AS dan China.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup menanjak 0,75 persen di level 3.133,58, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,68 persen ke posisi 28.065,39, dan indeks Nasdaq Composite berakhir naik tajam 1,32 persen di level 8.632,49.

Tabloid milik pemerintah China mengabarkan bahwa pemerintah China dan AS melangkah lebih maju untuk menyepakati perjanjian perdagangan pendahuluan.

Kabar ini mengangkat saham semikonduktor yang sensitif terhadap isu perdagangan, termasuk Applied Materials Inc. yang menguat 4,18 persen dan Lam Research Corp. yang naik 2,68 persen. Indeks Philadelphia Semiconductor pun melonjak 2,43 persen.

Laporan tersebut muncul setelah seorang pejabat tinggi AS pada akhir pekan kemarin mengatakan bahwa kesepakatan dagang AS-China masih mungkin dilakukan sebelum akhir tahun.

Hal ini serta merta mengurangi kekhawatiran pasar bahwa negosiasi dagang antara kedua negara dapat molor hingga tahun 2020.

"Perdagangan adalah titik tumpu emosi investor," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research di New York.

"Jika mereka merasa baik bahwa kita akan mendengar semacam perjanjian maka pasar naik 100 poin, jika mereka merasa sebaliknya maka pasar turun 100 poin,” terangnya.

Saham Apple Inc. naik tajam 1,75 persen sekaligus menjadi pendorong utama penguatan S&P dan Nasdaq serta berkontribusi atas penguatan Dow Jones.

Sementara itu, saham Tiffany & Co. melonjak 6,20 persen dan mencatat kenaikan terbesar pada S&P 500 setelah raksasa perhiasan ini menyepakati akuisi oleh perusahaan barang mewah asal Prancis, LVMH.

Rata-rata indeks saham di Wall Street telah mencapai serangkaian level tertingginya baru baru-baru ini di tengah harapan progres kesepakatan perdagangan dan rilis laporan kinerja keuangan perusahaan untuk kuartal ketiga yang lebih baik daripada ekspektasi.

Perdagangan Senin (25/11) sekaligus menandai rekor level penutupan keempat untuk Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq dalam tujuh sesi terakhir.

Pergerakan Bursa Wall Street 25 November

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

28.065,39

+0,68

S&P 500

3.133,58

+0,75

Nasdaq

8.632,49

+1,32

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apple wall street
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top