Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Eropa Cetak Kenaikan Terbesar dalam Enam Pekan

Bursa Eropa membukukan kinerja terbaiknya dalam enam pekan pada perdagangan Senin (25/11/2019), di tengah optimisme pasar atas tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 November 2019  |  06:26 WIB
Indeks Bursa Eropa - Reuters
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa membukukan kinerja terbaiknya dalam enam pekan pada perdagangan Senin (25/11/2019), di tengah optimisme pasar atas tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup naik tajam 1 persen saat indeks saham utama di Amerika Serikat mencapai rekor level tertinggi.

Indeks saham acuan Eropa tersebut melonjak dari penurunan marginalnya yang dialami pekan lalu karena dorongan optimisme kesepakatan perdagangan.

Sentimen positif untuk investor mulai terangkat akhir pekan lalu dengan kabar bahwa pemerintah AS dan China hampir mencapai kesepakatan "fase satu". Pemimpin masing-masing negara telah menyatakan keinginan mereka untuk mencapai sebuah kesepakatan.

Kemudian pada Minggu (24/11/2019), China menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya meningkatkan perlindungan untuk hak kekayaan intelektual, permintaan utama Amerika Serikat dalam negosiasi perdagangan.

“China tampaknya telah mengalah pada tingkat terkait kekayaan intelektual, titik penting pada pembicaraan sejauh ini,” ujar Neil Wilson, kepala analis pasar di Markets.com.

“Ini bisa menjadi langkah penting ke depan, tetapi kita hanya akan percaya saat kita melihatnya [terwujud],” tambah Wilson.

Turut mengerek sentimen investor, saham LVMH naik 2 persen setelah perusahaan barang mewah asal Prancis ini setuju untuk mengakuisisi raksasa perhiasan AS Tiffany dalam kesepakatan senilai US$16,2 miliar.

Saham rival Tiffany, Pandora A/S, ikut terkerek naik 1 persen, sementara saham pembuat barang mewah lainnya seperti induk perusahaan Gucci Kering, Moncler, dan Burberry naik antara 0,4 persen dan 2,7 persen.

“Beberapa perusahaan di sektor ritel mengeluh tentang permintaan yang lebih lemah, tetapi merek-merek mewah cenderung bertahan dengan baik ketika ekonomi melesu karena kalangan super kaya biasanya lebih baik dalam iklim ekonomi yang lebih lesu,” terang David Madden, analis CMC Markets di London.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top