Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transcoal Pacific (TCPI) Finalisasi Potensi Kontrak Angkutan Batu Bara 5 Juta Ton

Perseroan tengah membidik kontrak jangka panjang untuk pengangkutan sumber daya mineral dengan volume angkutan sebesar 5 juta ton.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 21 November 2019  |  20:15 WIB
Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk Dirc Richard Talumewo (kanan) di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPST-LB) di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk Dirc Richard Talumewo (kanan) di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPST-LB) di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran, PT Transcoal Pacific Tbk. berencana untuk menambah armada kapalnya seiring dengan kontrak baru yang sedang dibidik perseroan pada tahun ini.

Direktur Utama Transcoal Pacific Richard Talumewo mengatakan bahwa saat ini perseroan tengah membidik kontrak jangka panjang untuk pengangkutan sumber daya mineral dengan volume angkutan sebesar 5 juta ton.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai. Prosesnya saat ini mendekati disclose yang mendekati final,” katanya kepada Bisnis, Kamis (21/11/2019).

Richard menjelaskan bahwa jika kontrak tersebut telah berhasil didapatkan, perseroan harus menambah armadanya untuk bisa merealisasikan kontrak tersebut.

Menurutnya, untuk kontrak pengangkutan dengan volume sebesar 5 juta ton itu, perseroan harus menambah paling sedikit 4 unit kapal berjenis mother vessel.

“Minimal ada yang kami harus beli sendiri kapalnya selain sewa juga, untuk capex kami siapkan setelah kontraknya didapat,” jelasnya.

Pada 4 November 2019, emiten berkode saham TCPI tersebut baru saja memperpanjang kontrak senilai Rp890 miliar untuk masa kontrak 2 tahun 6 bulan.

Adapun, kontrak tersebut untuk jasa pengangkutan batu bara menggunakan kapal tunda dan kapal tongkang dari pelabuhan muat di Kalimantan Timur ke pelabuhan muat yang dituju oleh pelanggan.

“Itu pekerjaan lama yang waktunya diperpanjang,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten pelayaran
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top