Pegadaian dan Hutama Karya Bakal Punya Wakil Direktur Utama

Mantan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro menjadi Wadirut Pegadaian dan Mantan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menjadi Wadirut Hutama Karya.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 19 November 2019  |  14:53 WIB
Pegadaian dan Hutama Karya Bakal Punya Wakil Direktur Utama
Kementerian BUMN. Bumn.go.id

Bisnis.com, JAKARTA—Mantan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro resmi menduduki posisi sebagai Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto seusai menghadiri penyerahan Surat Keputusan di Kementerian BUMN, Selasa (19/11/2019).

“Pak Wahyu Kuncoro sudah resmi jadi Wadirut Pegadaian, mulai hari ini,” katanya.

Nantinya, perseroan akan melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS) mengenai penunjukkan Wahyu sebagai Wadirut. Namun, mengenai waktunya, Kuswiyoto menyampaikan akan ditentukan lebih lanjut oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Kuswiyoto menambahkan dia bahwa menerima dengan senang hati mengenai penambahan personel di jajaran direksi Pegadaian. Penambahan posisi baru yang akan diisi Wahyu dinilainya dapat mendukung kinerja perseroan ke depan.

“Saya sih happy Pegadaian ada tambahan wadirut, kami bisa lari lebih kencang,” jelasnya.

Sementara itu, Mantan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menyatakan telah menerima 2 SK, yaitu pemberhentian jabatan eselon I berupa Keputusan Presiden dan pengangkatan sebagai Wakil Direktur Utama di PT Hutama Karya (Persero) dari Menteri BUMN.

“Pak Menteri memutuskan saya menjadi Wadirut HK,” katanya.

Dia pun menyampaikan apresiasinya mengenai reorgansiasi Kementerian BUMN yang dilakukan Erick. Aloysius menilai bahwa strategi ini diperlukan untuk bisa menanggapi perubahan kebijakan secara cepat.

Sebagai informasi, Menteri BUMN Erick Thohir mulai menjalankan misi Presiden Joko Widodo mengenai penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien. Hal tersebut diwujudkan dengan dilakukannya perombakan jajaran pejabat di Kementerian BUMN.

Jumlah deputi di Kementerian BUMN akan dipangkas dari 7 posisi jabatan menjadi 3 posisi jabatan. Posisi sekretaris menteri dipertahankan dan ditambah posisi inspektur jenderal. Dengan demikian terdapat 5 jabatan eselon I.

Para mantan deputi dan sekretaris menteri akan ditugaskan mengisi posisi direksi perusahaan-perusahaan pelat merah dengan tujuan membantu BUMN agari bisa lebih kencang ke depan dengan latar belakang dan pengalaman yang dimiliki.

Sebelumnya, Erick menyampaikan yntuk mengelola aset senilai Rp8.200 triliun, dia perlu teamwork yang kompak dan diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top