Wall Street Terbebani Komentar Trump, Saham Boeing Dongkrak Dow Jones

Ketidakpastian soal progres pembicaraan dagang Amerika Serikat-China memaksa indeks saham S&P 500 dan Nasdaq di bursa Wall Street meluncur dari level tertingginya dan berakhir di zona merah pada perdagangan Senin (11/11/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 November 2019  |  06:43 WIB
Wall Street Terbebani Komentar Trump, Saham Boeing Dongkrak Dow Jones
Bursa AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Ketidakpastian soal progres pembicaraan dagang Amerika Serikat-China memaksa indeks saham S&P 500 dan Nasdaq di bursa Wall Street meluncur dari level tertingginya dan berakhir di zona merah pada perdagangan Senin (11/11/2019).

Meski demikian, indeks Dow Jones Industrial Average mampu membukukan sedikit kenaikan didorong oleh lonjakan saham Boeing.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup terkoreksi 0,20 persen di level 3.087,01, indeks Nasdaq Composite turun 0,13 persen ke level 8.464,28, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik tipis 0,04 persen di posisi 27.691,49.

Harapan kesepakatan perdagangan "fase satu" antara dua negara berekonomi terkuat di dunia itu telah menjadi faktor utama yang mendukung penguatan saham baru-baru ini.

Namun pada Sabtu (9/11) Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat hanya akan membuat kesepakatan perdagangan jika itu adalah "kesepakatan yang tepat" untuk Amerika. Trump juga mengatakan bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak bergerak lebih lambat daripada yang diinginkannya.

Sementara itu, kekerasan di Hong Kong dalam aksi protes yang telah memasuki bulan keenam juga menghantui sentimen pasar setelah ketiga indeks saham utama AS itu membukukan rekor level penutupan tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Jumat (8/11).

“Kita mendengar pemberitaan negatif yang menjadi alasan konsolidasi setelah lima pekan berturut-turut saham bergerak lebih tinggi,” ujar Willie Delwiche, pakar strategi investasi di Baird, Milwaukee.

“Risiko terbesar saat ini adalah optimisme yang berlebihan. Jadi jika kita dapat memiliki beberapa hari konsolidasi dimana hal itu memudahkannya, maka itu merupakan perkembangan yang sehat untuk pasar secara keseluruhan,” jelasnya.

Mayoritas sektor dalam S&P 500 berakhir di zona merah. Sektor utilitasm energi dan layanan kesehatan membukukan penurunan terbesar.

Di sisi lain, saham Boeing Co. melonjak 4.5 persen menjadi US$366,96 setelah pabrikan pesawat terbang ini mengutarakan ekspektasinya bahwa regulator AS akan menyetujui kembali layanan komersial jet 737 MAX dalam beberapa pekan mendatang.

Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors, mengatakan banyak kabar baik telah diperhitungkan pasar saham selama ini.

Kabar tersebut di antaranya adalah penurunan suku bunga Federal Reserve, laba korporasi untuk kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi, dan antusiasme tentang potensi resolusi tensi perdagangan.

Investor selanjutnya akan mencermati komentar Presiden Trump mengenai isu perdagangan pada Selasa (12/11) waktu setempat, ketika ia dijadwalkan akan berbicara dalam agenda The Economic Club of New York.

Investor juga akan menantikan penyampaian testimoni oleh Gubernur The Fed Jerome Powell mengenai prospek ekonomi pada akhir pekan ini, sementara beberapa perusahaan besar, termasuk Walmart Inc, Cisco Systems Inc dan Nvidia Corp, akan merilis laporan laba.

Pergerakan Bursa Wall Street 11 November

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.691,49

+0,04

S&P 500

3.087,01

-0,20

Nasdaq

8.464,28

-0,13

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing, wall street, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top