Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tensi Perang Dagang Surut, Yuan China Tembus Level 7 per Dolar AS

Nilai tukar yuan China menguat menembus level 7 dolar AS, untuk pertama kalinya sejak Agustus 2019, didorong tanda-tanda meredanya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 November 2019  |  16:09 WIB
Yuan. - .Bloomberg
Yuan. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar yuan China menguat menembus level 7 dolar AS, untuk pertama kalinya sejak Agustus 2019, didorong tanda-tanda meredanya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar yuan offshore China terpantau menguat 0,49 persen ke level 6,9985 per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/11/2019) pukul 15.28 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, yuan offshore bergerak di level 6,9961 – 7,0334.

Pada saat yang sama, nilai tukar yuan onshore China menguat 0,43 persen ke level 7,0001.

Penguatan nilai tukar yuan China di antaranya didorong oleh tanda-tanda bahwa pemerintah AS dan China berusaha untuk mengurangi eskalasi konflik perdagangan berkepanjangan antara kedua negara.

Dalam beberapa hari terakhir, baik pihak AS maupun China telah memberikan tanda-tanda kemajuan yang menggembirakan terkait pembicaraan perdagangan kedua belah pihak.

Pada Senin (4/11), Financial Times melaporkan bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk mencabut sebagian tarif untuk barang-barang asal China.

Bloomberg juga melaporkan bahwa China sedang meninjau lokasi di Amerika Serikat untuk dapat menandatangani kesepakatan perdagangan "Fase 1" dengan Presiden AS Donald Trump.

Masing-masing negara telah saling melemparkan tarif impor terhadap barang-barang satu sama lain dalam perang dagang yang telah berlangsung selama 16 bulan dan meningkatkan momok resesi global.

Oleh karenanya, setiap progres dalam menyelesaikan perselisihan perdagangan berpotensi mendorong kenaikan dolar AS dan aset-aset berisiko, sekaligus mengurangi kekhawatiran tentang prospek ekonomi dan kebutuhan untuk pelonggaran moneter yang agresif.

Investor kini menantikan konfirmasi bahwa kedua negara semakin lebih dekat untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Menurut sumber terkait, pemerintah China sedang meninjau sejumlah lokasi di AS.

Lokasi-lokasi tersebut akan menjadi tempat di mana Presiden Xi Jinping bersedia untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk menandatangani tahap pertama dari perjanjian perdagangan antara kedua belah pihak.

“Yuan akan tetap kuat. Investor bertaruh kedua belah pihak akan menandatangani kesepakatan perdagangan pada bulan November. Ketika mereka menandatangani kesepakatan, yuan mungkin mencapai level 6,95,” ujar Alan Yip, pakar strategi pasar valas di Bank of East Asia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yuan perang dagang AS vs China
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top