2019, Jasa Armada Yakin Kantongi Laba Bersih Rp93 Miliar

Chiefy Adi Kusmargono, Direktur Utama Jasa Armada Indonesia, menyatakan sepanjang 2019 perseroan memang menargetkan laba bersih Rp93 miliar atau naik 27 persen dibandingkan dengan pencapaian laba 2018.
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 01 November 2019  |  14:29 WIB
2019, Jasa Armada Yakin Kantongi Laba Bersih Rp93 Miliar
Kapal pemandu milik PT Jasa Armada Indonesia menarik kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jasa Armada Indonesia Tbk. optimistis mencapai proyeksi laba sebesar Rp93 miliar hingga akhir tahun ini, menyusul raihan laba bersih per September 2019 sebesar Rp69 miliar. 

Chiefy Adi Kusmargono, Direktur Utama Jasa Armada Indonesia, menyatakan sepanjang 2019 perseroan memang menargetkan laba bersih Rp93 miliar atau naik 27 persen dibandingkan dengan pencapaian laba 2018.

"Perseroan berada pada posisi yang baik dengan struktur permodalan yang kuat untuk melakukan ekspansi dengan tetap menjaga likuiditas," katanya dalam siaran pers, Jumat (1/11/2019).

Selama 9 bulan pada 2019, dia menyatakan emiten dengan kode saham IPCM itu telah memperoleh laba bersih sebesar Rp69 miliar atau 74 persen dari proyeksi akhir tahun ini.

Menurutnya, perolehan laba ini terutama berasal dari pendapatan jasa pelayanan penundaan dan pemanduan sebesar Rp448 miliar ditambah dengan pendapatan lainnya sebesar Rp72 miliar.

Marjin laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun lalu meningkat menjadi 14 persen dari sebelumnya 12,8 persen, sebagai hasil berbagai upaya meningkatkan kinerja profitabilitas termasuk pengendalian biaya.

Chiefy melanjutkan penguatan fundamental kinerja operasional dan keuangan sebagai fokus utama perseroan, diimplementasikan dalam beberapa strategi yaitu transformasi bisnis, keuangan dan organisasi.

Pertama, transformasi bisnis akan diimplementasikan melalui fokus pada penguatan pasar yang ada dan memperluas cakupan pasar dengan salah satunya telah menghasilkan penambahan jasa layanan di wilayah Telok Melano dan Kendawangan, Kalimantan Barat. Tambahan kontrak layanan pandu kapal itu 
berpotensi menambah pendapatan sebesar Rp25 miliar per tahun sejak November 2019.

Kedua, transformasi keuangan difokuskan melalui peningkatan profitabilitas, mengejar target pertumbuhan laba bersih sebesar 30 persen secara tahunan, dan meningkatkan hubungan kerja sama dengan industri keuangan untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha secara umum.

Strategi ketiga, transformasi organisasi melalui optimalisasi kuantitas dan kualitas SDM yang ada, meningkatkan team work, implementasi GCG, transformasi budaya perusahaan dan implementasi risk culture.

Chiefy juga menambahkan, seluruh role model dan change agent perseroan hingga front liner harus menyadari bahwa keunggulan layanan IPCM tidak hanya memberikan efek domino yang signifikan pada pelayaran international yang singgah ke Indonesia, namun juga menjadi pintu pertama
dunia internasional melihat wajah Indonesia.

"Pelayanan IPCM adalah pelayanan Bangsa Indonesia, jasa yang diberikan IPCM adalah representasi dari Bangsa Indonesia."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo ii, pandu kapal, Jasa Armada Indonesia

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top