Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Moncer, Mengapa Laba Antam (ANTM) Melorot 11 Persen?

PT Aneka Tambang Tbk. membukukan kenaikan penjualan 22,98 persen sepanjang 9 bulan 2019, tetapi mengapa labanya menyusut?
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  13:44 WIB
Direksi Aneka Tambang usai RUPS di Jakarta, Rabu (24/4/2019).  - Bisnis/Anitana w. Puspa
Direksi Aneka Tambang usai RUPS di Jakarta, Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Anitana w. Puspa

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan menekan raihan laba PT Aneka Tambang Tbk. dalam 9 bulan pertama 2019.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2019, emiten berkode saham ANTM itu membukukan penjualan Rp24,53 triliun pada Januari-September 2019. Raihan tersebut naik 22,98% secara tahunan dari Rp19,95 triliun pada periode yang sama 2018.

Lebih detail, penjualan Antam bersumber dari produk emas Rp17,02 triliun, feronikel Rp3,61 triliun, bijih nikel Rp2,49 triliun, bijih bauksit Rp475,8 miliar, alumina Rp398,16 miliar, perak Rp122,42 miliar, batu bara Rp39,44 miliar, dan logam mulia lainnya Rp1,74 miliar.

Selain itu, anak usaha Inalum ini juga mengantongi pendapatan dari jasa pemurnian logam mulia dan jasa lainnya Rp368,67 miliar.

Saat penjualan tumbuh 22,98%, beban pokok penjualan Antam tumbuh hampir 30%. Dalam 9 bulan 2019, beban pokok penjualan ANTM naik 29,87% secara tahunan dari Rp16,01 triliun menjadi Rpp20,8 triliun.

Hal itu sejalan dengan kenaikan biaya pembelian logam mulia yang meningkat 22,98% secara tahunan menjadi Rp16,22 triliun dan pemakaian bahan yang melonjak 86,82% year-on-year menjadi Rp1,13 triliun.

Alhasil laba kotor ANTM turun 5,05% menjadi Rp3,73 triliun per kuartal III/2019. Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan juga menyusut 11,08% dari Rp631,13 miliar menjadi Rp561,19 miliar.

Kendati laba bersih menyusut, Manejemen Antam menyebut raihan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 5% dari Rp2,14 triliun per kuartal III/2018 menjadi Rp2,27 triliun per kuartal III/2019.

Dalam keterangan resminya, manajemen ANTM menjelaskan bahwa volume produksi feronikel pada Januari—September 2019 mencapai 19.052 ton nikel dalam feronikel (Tni). Sejalan dengan itu, penjualan feronikel pada periode tersebut tercatat sebesar 19.703 Tni atau naik sebesar 3% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu 19.149 Tni.

Penjualan feronikel per kuartal III/2019 menjadi kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih perseroan dengan nilai penjualan yang tercatat senilai Rp3,61 triliun atau 15% dari total penjualan bersih perseroan pada periode tersebut.

Untuk komoditas emas, pada per kuartal III/2019 total volume produksi dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai sebesar 1.485 kg atau 47.743 oz. tingkat volume penjualan emas ANTM tercatat 26.712 kg atau 858/810 oz, tumbuh 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 22.388 kg atau 719.790 oz.

“Peningkatan capaian penjualan ANTM sejalan dengan upaya perseroan untuk meningkatkan utilitas pengolahan pabrik pemurnian serta pengembangan pasar emas ANTM baik domestik dan ekspor,” sebut manajemen.

Volume Penjualan Antam
Komoditas9M20189M2019Perubahan
Feronikel (TNi)19.14919.7033%
Bijih Nikel (juta Wmt)4,15,4934%
Emas (kg)22.38826.71219%
Bauksit (Wmt)693.5111166.37568%

Sumber: Keterangan resmi perseroan.

Pada periode kuartal III/2019, volume produksi bijih nikel tercatat sebesar 7,40 juta wet metric ton (wmt) atau naik sebesar 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 6,49 juta mwt, sedangkan volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 5,50 juta wmt meningkat 34% dibandingkan dengan per kuartal III/2018 4,11 juta wmt.

ANTM mencatatkan pendapatan dari bijih nikel pada kuartal III/2019 sebesar Rp2,49 triliun atau tumbuh 31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Komoditas bauksit turut memberikan kontribusi pada kuartal III/2019 dengan capaian produksi mencapai 1,10 juta wmt, naik sebesar 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, proyek kunci ANTM saat ini yang mencakup Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dengan kapasitas produksi sebesar 13.500 Tni (Line 1). Hingga periode kuartal III/2019, realisasi konstruksi P3FH telah mencapai 98%.

“Nantinya dengan selesainya proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel ANTM sebesar 50% dari saat ini sebesar 27.000 TNi menjadi 40.500 TNi per tahun,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aneka tambang kinerja emiten
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top