Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Periode Baru Pemerintah, BEI Tunggu IPO BUMN

Bursa Efek Indonesia menantikan kedatangan keluarga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk maju go public di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  14:34 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia menantikan kedatangan keluarga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk maju go public di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan bahwa bursa mengharapkan lebih banyak lagi perusahaan—terutama BUMN—untuk mau memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan.

“Terutama BUMN yang selama ini menggunakan alternatif pendanaan dari perbankan, mudah-mudahan bisa memanfaatkan pasar modal untuk alternatif pendanaannya pada kemudian hari,” kata Inarno di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Adapun di dalam pipeline penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang sudah dikantongi bursa sejauh ini, terpantau masih belum ada perusahaan dari keluarga BUMN yang siap listing pada kuartal IV/2019.

Sebelumnya, PT PP (Persero) Tbk. menunda rencana IPO anak usaha pada 2019 sejalan dengan pertimbangan fundamental serta portofolio entitas yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia.

Begitu pula PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, juga menyebut belum berencana melakukan IPO anak usaha tahun ini. Menurutnya Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana, penawaran umum perdana saham PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (Wikon) akan dilakukan pada 2020.

Setali tiga uang, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. juga menyebut rencana IPO anak usaha masih dalam kajian. Sebelumnya, perseroan menyampaikan ingin membawa PT Adhi Commuter Properti (ACP) masuk Bursa pada kuartal IV/2019.

Mengenai pemimpin terplilih, Inarno menegaskan bahwa bursa mendukung siapapun yang menjadi pemimpin negeri ini.

“Yang paling penting kami menginginkan perekonomian dan politik yang stabil. Itu saja sudah merupakan berkah yang luar biasa untuk pasar modal,” ujar Inarno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei ipo
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top