Wijaya Karya (WIKA) Incar Proyek Ekspansi Bandara Taipei Senilai Rp10 Triliun

Sepanjang 2019, WIKA membidik nilai kontrak baru senilai Rp61,74 triliun.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  10:55 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Incar Proyek Ekspansi Bandara Taipei Senilai Rp10 Triliun
Presiden Direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana (kanan) memberikan paparan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. membidik proyek luar negeri di Taiwan dengan nilai sekitar Rp10 triliun pada sisa tahun ini.

Corporate Secretary Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan pada paruh kedua tahun ini, perseroan terus membidik kontrak baru dari luar negeri.

Pada Agustus saat penyelenggaran Indonesia--Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali, lanjutnya, perseroan mendapatkan agreement untuk proyek social housing di Pantai Gading senilai US$66 juta dan liquid bulk terminal di Zanzibar senilai US$40 juta.

Selanjutnya, pada September lalu, emiten dengan kode saham WIKA ini mendapatkan tambahan pekerjaan senilai US$150 juta untuk pengerjaan kontainer terminal di Zanzibar.

"Sampai akhir tahun, WIKA menyasar pekerjaan pengembangan bandara Terminal 3 di Taipei senilai kurang lebih Rp10 triliun," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (2/10/2019).

Mahendra sebelumnya pernah mengatakan perseroan menyasar proyek luar negeri yang margin labanya lebih tinggi dari dalam negeri. Gross margin proyek luar negeri bisa mencapai sekitar 13%—17%, sedangkan proyek di Indonesia sekitar 10%—12%.

Keuntungan lain, lanjutnya, WIKA mendapatkan pembayaran dalam valuta asing. Dengan demikian, kemampuan hedging meningkat untuk belanja valuta asing terhadap mesin-mesin impor.

Kendati demikian, terdapat sejumlah risiko yang dihadapi perseroan, seperti regulasi imigrasi, perpajakan, ekspor impor, iklim, dan budaya. Namun, yang penting risiko terukur dan perseroan memahami bagaimana mitigasinya.

Sepanjang 2019, WIKA membidik nilai kontrak baru senilai Rp61,74 triliun dan hingga Agustus 2019 nilai kontrak baru yang dicatatkan perseroan sebesar Rp20,3 triliun.

“Kami masih optimistis, banyak proyek-proyek yang open tender pada sisa waktu ini,” ujarnya.

Mahendra menyebutkan rata-rata tender pada tahun ini mundur ke semester II karena adanya pemilu pada April lalu dan juga bulan puasa yang dilanjutkan dengan libur Lebaran.

Beberapa proyek yang dibidik WIKA pada paruh kedua tahun ini antara lain MRT fase 2, beberapa pembangkit di Indonesia Timur, fuel tank, dan beberapa proyek jalan tol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top