Gara-gara Proyek Kereta Cepat, Mirae Asset Sekuritas Koreksi Target Harga WIKA

Pada akhir sesi I perdagangan Kamis (3/10/2019), WIKA terkoreksi 15 poin atau 0,8% ke level Rp1.865. Sepanjang tahun berjalan 2019, WIKA menguat 12,69%.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  13:32 WIB
Gara-gara Proyek Kereta Cepat, Mirae Asset Sekuritas Koreksi Target Harga WIKA
Karyawan memantau pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan manajer investasi, di Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas menyatakan saat ini menjadi peluang investasi untuk membeli saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. karena harga saham yang menurun dengan fundamental perusahaan yang tidak banyak berubah.

Dalam riset yang dikutip Kamis (3/10/2019), analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael mengatakan pihaknya tetap merekomendasikan beli untuk saham WIKA dengan target harga yang lebih rendah dari sebelumnya, yaitu Rp2.950.

Sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas menargetkan harga saham WIKA Rp3.000. Target harga baru tersebut mengindikasikan proyeksi harga per laba 12,0 kali pada 2019.

"Penurunan harga saham WIKA sebesar 17,7% sejak publikasi laporan keuangan semester I/2019 memberikan peluang investasi pada harga saham saat ini yang relatif murah karena fundamental perusahaan kurang lebih masih sama," katanya.

Pada akhir sesi I perdagangan Kamis (3/10/2019), WIKA terkoreksi 15 poin atau 0,8% ke level Rp1.865. Sepanjang tahun berjalan 2019, WIKA menguat 12,69%.

Joshua menuturkan penurunan target harga WIKA sejalan dengan progres proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang diproyeksi lebih lambat dari target. Hingga akhir tahun ini, progresnya dipangkas dari semula 60% menjadi 53%.

Hal itu disebabkan oleh relokasi jalur dan fondasi di Stasiun Halim dan diperlukan adaptasi dengan standar konstruksi yang ditetapkan oleh China Railway Corporation. Kendati demikian, penyelesaian tetap ditargetkan pada 2021.

Sejalan dengan itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menurunkan proyeksi laba bersih setelah pajak dari proyek kereta cepat pada tahun ini. Proyeksinya dipangkas dari Rp350 miliar menjadi Rp303 miliar.

"Konsekuensinya, kami juga memangkas proyeksi laba bersih WIKA pada 2019 sebesar 1,6% menjadi Rp2,25 triliun," tulisnya.

Pada 2019, WIKA diestimasi mengantongi pendapatan Rp38,34 triliun dan laba operasional Rp3,5 triliun. Adapun, EBITDA Wijaya Karya pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp4,03 triliun yang mencerminkan margin EBITDA sebesar 10,5%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya, rekomendasi saham

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top