Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah Rupiah Menguat 23 Poin, Peso Pimpin Penguatan Mata Uang Asia

Kurs jual ditetapkan di Rp14.245 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.103 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 September 2019  |  11:44 WIB
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (30/9/2019) di level Rp14.174 per dolar AS, menguat 23 poin atau 0,16t persen dari posisi Rp14.197 pada Jumat (27/9).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.245 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.103 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.175 per dolar AS pada pukul 11.03 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka menguat 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.163 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Jumat (27/9) ditutup melemah 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.173 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.162-Rp14.175 per dolar AS.

Di sisi lain, mayoritas mata uang lainnya di Asia menguat pagi ini, dipimpin won peso Filipina yang terapresiasi 0,29 persen terhadap dolar AS pukul 11.10 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Peso Filipina51,760+0,29
Baht Thailand30,563+0,25
Yuan offshore7,1237+0,2
Rupee India70,4788+0,12
Won Korea Selatan1.198,81+0,1
Doalr Singapura1,3814+0,02
Dolar Taiwan31,031+0,01
Yuan China7,1223+0,01
Dolar Hong Kong7,8408-0,01
Rupiah14.175-0,01
Ringgit Malaysia4,1865-0,02
Yen Jepang107,95-0,03

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik 0,054 poin atau 0,05 persen ke level 99,163 pada pukul 11.05 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,008 poin atau 0,01 persen ke level 99,117, setelah ditutup melemah 0,023 poin atau 0,02 persen ke level 99,102 pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Dilansir Reuters, dolar AS menguat menyusul meredanya kekhawatiran akan meluasnya perang perdagangan China-AS dan data manufaktur China yang lebih baik dari perkiraan.

Tiga sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat bahwa pemerintahan AS sedang mempertimbangkan mencabut perusahaan-perusahaan China dari pasar saham AS.

Laporan tersbut awalnya mengirim indeks saham utama dan yuan China tergelincir, tetapi pelemahan mereda setelah ada kejelasan bahwa keputusan mengenai langkah tersebut tidak segera terjadi. Pada hari Sabtu, seorang pejabat Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa gagasan seperti itu tidak dimaksudkan untuk berlaku "saat ini".

"Ketegangan antara AS dan China tentu sekarang memiliki banyak dimensi," kata Rodrigo Catril, analis valas senior di National Australia Bank, seperti dikutip Reuters.

"Ini bukan hanya tentang perdagangan atau membeli lebih banyak kacang kedelai ... ini tentang ketegangan struktural yang ada antara kedua negara. Sekarang ada sudut perang modal," katanya.

Sementara itu, kondisi sektor manufaktur China dilaporkan membaik seiring dengan bertambahnya pesanan baru. Meski demikian, angka PMI manufaktur China masih di bawah batas yang mengindikasikan kontraksi.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs
30 September14.174
27 September14.197
26 September14.162
25 September14.134
24 September14.099

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bank indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top