Dolar AS Alami Tren Positif, Ini Penyebabnya

Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan pagi ini, Jumat (27/9/2019), di tengah meningkatnya daya tarik aset safe haven akibat risiko mulai dari tensi politik di AS hingga perang dagang AS-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 September 2019  |  11:15 WIB
Dolar AS Alami Tren Positif, Ini Penyebabnya
Nasabah menghitung uang di sebuah Money Changer, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan pagi ini, Jumat (27/9/2019), di tengah meningkatnya daya tarik aset safe haven akibat risiko mulai dari tensi politik di AS hingga perang dagang AS-China.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, naik tipis 0,035 poin atau 0,04 persen ke level 99,167 pada pukul 10.41 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka di level 99,183, setelah ditutup menguat 0,1 persen atau 0,095 poin di posisi 99,132 pada Kamis (26/9), penguatan hari kedua.

Menurut Analis Westpac Imre Speizer, tren dolar AS yang positif tetap utuh di tengah penghindaran risiko yang didorong kekhawatiran perang dagang.

“Selain itu, ekonomi AS yang tangguh dan sikap yang semakin kurang dovish dari anggota dewan Federal Reserve AS mendukung greenback,” terang Speizer, dikutip dari Reuters.

“Ada sedikit risiko politik di dalamnya juga melalui Timur Tengah dan Brexit,” tambahnya.

Presiden Federal Reserve Richmond Thomas I. Barkin mengatakan ekonomi AS tampak kuat dan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah penurunan suku bunga lebih lanjut diperlukan.

Di sisi lain, sebuah laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa kecil kemungkinan pemerintah AS akan memperpanjang pelonggaran yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika untuk memasok Huawei Technologies membebani pasar ekuitas AS.

Pasar juga mencermati penyelidikan impeachment (pemakzulan) yang dilancarkan oleh kubu Demokrat di Kongres AS terhadap Presiden Donald Trump. Investor cenderung melihatnya sebagai hambatan jangka panjang ketimbang risiko jangka pendek.

“Tampaknya ketika dorongan datang untuk menopang, dolar AS tetap menjadi tempat paling aman saat ini,” ujar Rodrigo Catril, analis senior valas di National Australia Bank, Sydney.

"Selain status mata uang cadangan utamanya, greenback masih diuntungkan dari supremasi imbal hasil dan ekonomi AS yang masih berkinerja relatif baik,” jelasnya.

Posisi indeks dolar AS
TanggalPosisi

27/9/2019

(Pk. 10.41 WIB)

99,167

(+0,04 persen)

26/9/2019

 

99,132

(+0,10 persen)

25/9/2019

 

99,037

(+0,71 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top