CTRA Kantongi Rp3,8 Triliun

Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. sudah merealisasikan marketing sales sebesar Rp3,8 triliun sampai dengan Agustus.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 September 2019  |  08:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. sudah merealisasikan marketing sales sebesar Rp3,8 triliun sampai dengan Agustus.

Direktur Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan anak usaha dari Ciputra Group itu sudah mengantonngi penjualan marketing sebesar Rp3,8 triliun. Jumlah itu setara dengan 63,12% dari total target selama setahun yang mencapai Rp6,02 triliun.

Marketing sales perseroan juga tumbuh 245% dibandingkan dengan kuartal I/2019 sebesar Rp1,1 triliun. Harun optimistis sampai dengan akhir tahun emiten berkode saham CTRA itu mampu mencapai keseluruhan target. Meskipun kondisi pasar properti tengah menyurut pada tahun ini.

“Masihlah [optimitistis kejar Rp6,02 triliun],” katanya kepada Bisnis belum lama ini. Harun mengatakan marketing sales sebanyak Rp3,8 triliun utamanya disumbang dari segmen perumahan atau landed house. Sementara segmen apartemen, lanjutnya, tidak memberikan kontribusi besar sampai bulan kedelapan.

Berdasarkan data paparan publik CTRA, pada kuartal I/2019 segmen perumahan dan kavling tanah menyumbang  76%, ruko 12%, apartemen 7% dan kantor 5%. Adapun kota yang berkontribusi besar adalah Jakarta 35%, Surabaya 18%, Sumatera 13%, Sulawesi 12% dan kota lain di Jawa 20%.

Harun menyiratkan bahwa pasar properti kini cenderung menurun pada tahun ini. Hal itu terindikasi dari sedikitnya investor yang terjun langsung untuk membeli properti. Saat ini, pasar properti cenderung diserap langsung oleh konsumen akhir.

Hal tersebut terlihat dari struktur marketing sales CTRA yang didominasi oleh produk di bawah Rp2 miliar. Unit di bawah Rp1 miliar menyumbang 38% dan unit Rp1-Rp2 miliar menyumbang 27% dari total marketing sales kuartal 1/2019.

Kendati demikian, Harun menegaskan performa CTRA tidak mengalami penurunan meski pasar tengah loyo. Sebab, perusahaan yang telah melantai di bursa sejak 1994 itu memiliki diversifikasi bisnis yang saling menopang.

“Performa kami tahun ini tidak akan beda jauh dengan tahun lalu karena proyek-proyek kami terdiversifikasi secara geografis. Jadi bisa saling menutupi,” ungkapnya. Dengan begitu, pasar yang lebih kuat dapat mengkompensasi pasar yang lebih lemah.

Sebagai informasi, raihan marketing sales CTRA sepanjang 2018 sebesar Rp6,4 triliun. Kendati lebih tinggi daripada tahun ini, jumlah itu sejatinya tidak mencapai target yang ditetapkan. CTRA menargetkan marketing sales sebesar Rp7,7 triliun, namun yang dapat terealisasi adalah 83,11%.

Marketing sales CTRA pada kuartal I/2018 sebesar Rp3,3 triliun, kuartal III/2018 Rp1,84 triliun dan kuartal IV/1,26 triliun. Adapun realisasi marketing sales pada 2017 jauh lebih besar mencapai Rp7,64 triliun. Jadi bila direrata antara 2017 sampai 2019 ada penurunan performa 16,2% dan 3,1%.

Selain itu, Harun menambahkan perseroan tengah menggarap enam proyek baru di lokasi eksisting. Diantaranya adalah Citraland Surabaya, Citraraya Tangerang, dan Citra Maja Raya. Selain itu perseroan juga memiliki 4 proyek anyar diantaranya landed residential di Puri 18 hektare dan apartemen di Ciracas seluas 7 hektare.

Pada tahun ini CTRA mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp1,2 triliun sampai dengan Rp1,6 triliun sampai dengan akhir tahun.

Pada penutupan perdagangan hari Jum’at pekan lalu (20/9), CTRA ditutup menguat 10 poin atau 0,90% menuju Rp1.125 per saham. Adapun dalam sepekan kemarin, saham CTRA menguat sebanyak 2,74% dengan harga terendah Rp1.060 per saham dan harga tertinggi Rp1.165 per saham. Sementara selama tahun berjalan CTRA sudah menguat 11,39%.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ciputra development

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top