Jenuh Beli, IHSG Naik Tipis Pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (10/9/2019), bersama dengan penguatan nilai tukar rupiah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 September 2019  |  12:43 WIB
Jenuh Beli, IHSG Naik Tipis Pada Akhir Sesi I
Pejalan kaki berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (10/9/2019), bersama dengan penguatan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik tipis 0,05 persen atau 2,86 poin ke level 6.329,07 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan 0,09 persen atau 5,51 poin di level 6.331,73.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.325,88 – 6.342,01. Adapun pada perdagangan Senin (9/9), IHSG berakhir menguat 0,27 persen atau 17,26 poin di level 6.326,21, penguatan hari perdagangan keempat beruntun.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona hijau pada akhir sesi I, dipimpin sektor properti (+0,66 persen) dan infrastruktur (+0,58 persen). Empat sektor lainnya menetap di zona merah, dipimpin tambang yang turun 0,48 persen.

Sebanyak 192 saham menguat, 172 saham melemah, dan 287 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) yang masing-masing naik 1,10 persen dan 11,72 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Di sisi lain, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 0,50 persen dan 0,89 persen menjadi penekan sekaligus membatasi kenaikan IHSG.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing terpantau naik 0,28 persen dan 0,39 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,59 persen.

Namun di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 0,36 persen dan 0,57 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong bergerak stagnan pada pukul 12.03 WIB.

Menurut tim analis Kresna Sekuritas, sentimen regional secara keseluruhan terlihat positif untuk pergerakan IHSG hari ini. Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 6.290-6.360.

“Dari dalam negeri, minimnya sentimen domestik membuat kami berpikir pergerakan market akan dipengaruhi oleh sentimen regional,” paparnya melalui publikasi riset.

Di sisi lain, Binaartha Sekuritas memprediksi adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan support pertama maupun kedua IHSG memiliki range pada 6.294,28 hingga 6.269,66. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.341,12 hingga 6.381,54.

“Berdasarkan indikator, MACD dan RSI menunjukkan sinyal positif. Namun, Stochastic sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli,” tutur Nafan. 

Berbanding terbalik dengan IHSG, indeks Bisnis-27 turun tipis 0,07 persen atau 0,36 poin ke level 553,3 dan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index turun tipis 0,03 persen atau 0,24 poin ke posisi 703,37 pada akhir sesi I.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau menguat tipis 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.030 per dolar AS pukul 11.41 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level 14.026-14.040.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top