5 Berita Terpopuler, 2 Sentimen Bebani Harga Emas dan Memburu Cuan dari Kemilau Nikel

Dua setimen yang membebani harga emas menjadi berita terpopuler di Bisnis.com pada hari Senin (9/9/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 09 September 2019  |  12:55 WIB

1. Dua Sentimen Ini Bebani Harga Emas

Setelah mengalami reli kuat, harga emas tampak akan berada dalam tekanan pekan ini seiring dengan rencana negosiasi dagang AS dan China, serta komentar Ketua The Fed Jerome Powell terkait pertumbuhan ekonomi AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (5/9/2019), harga emas ditutup melemah 2,2 persen, menjadi penurunan terbesar sepanjang 2019 karena AS dan China mengumumkan akan kembali ke meja perundingan pada Oktober 2019.

Baca selengkapnya di sini.

2. Kompetisi Internet Rumahan: IndiHome Dibayang-bayangi ICON+

PT Indonesia Comnet Plus (ICON+) berencana melakukan ekspansi agresif dan meramaikan kompetensi bisnis fiber to the home (FTTH), dengan menyasar sejumlah kota-kota besar di Indonesia pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan ICON+ Tetty Indrawati mengatakan dalam melakukan ekspansi, perseroan akan berfokus pada pelanggan PLN, sebagai induk ICON+, yang berminat melakukan tambah daya listrik khususnya di kota besar.

Baca selengkapnya di sini.

3. Defisit BPJS Kesehatan Rp56 Triliun, Bila Iuran Tak Naik

Kementerian Keuangan menegaskan pentingnya kenaikan iuran bagi peserta mandiri BPJS Kesehatan karena penyebab defisit terbesar disebabkan tunggakan iuran peserta mandiri sekitar Rp 15 triliun selama tahun 2016-2018.

"Agar program JKN yang sangat bagus ini dapat berkelanjutan, maka kedisiplinan membayar iuran bagi peserta mandiri ini sangat penting," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti di Jakarta, Minggu (8/9/2019).

Baca selengkapnya di sini.

4. Saham Krakatau Steel (KRAS) Masuk Top Gainers, Ini Kata Analis

Saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. masuk dalam deretan saham top gainers pada penutupan perdagangan Jumat (6/9/2019).

Saham emiten berkode KRAS ini ditutup pada level Rp382 atau naik 7,91 persen pada perdagangan Jumat (6/9/2019). Dalam sepekan terakhir saham KRAS telah memberikan imbal hasil 9,14 persen, serta memberikan imbal hasil 14,37 persen dalam sebulan terakhir.

Baca selengkapnya di sini.

5. Memburu Cuan dari Kemilau Nikel

Emiten pertambangan nikel semakin naik daun setelah pemerintah Indonesia mempercepat pelarangan ekspor bijih nikel kadar rendah. Bagaimana dampak angin segar itu terhadap prospek para penambang nikel?

Di bursa komoditas London Metal Exchange, nikel menjadi komoditas logam yang harganya paling melejit. Berdasarkan data Bloomberg, reli harga nikel sudah berlangsung sejak awal Juli 2019.

Baca selengkapnya di sini.

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top