Bursa Asia Menguat, Investor Tunggu Data Pekerjaan AS

Bursa Asia kompak menguat bersama indeks futures Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang ini, Jumat (6/9/2019), sementara bursa Eropa bergerak stabil menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS dan pernyataan Gubernur bank sentral AS Federal Reserve.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 September 2019  |  16:00 WIB
Bursa Asia Menguat, Investor Tunggu Data Pekerjaan AS
Karyawan berdiri di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta. - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia kompak menguat bersama indeks futures Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang ini, Jumat (6/9/2019), sementara bursa Eropa bergerak stabil menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS dan pernyataan Gubernur bank sentral AS Federal Reserve.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks futures S&P 500 naik 0,3 persen pada pukul 08.19 pagi waktu London (pukul 14.19 WIB). Adapun indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,5 persen, menuju kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juni.

Pada saat yang sama, indeks FTSE 100 Inggris turun 0,1 persen dan indeks DAX Jerman menguat 0,3 persen. Pergerakan keduanya berkontribusi pada indeks Stoxx Europe 600.

Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS bergerak ke posisi lebih tinggi setelah melompat pada Kamis (5/9/2019), didorong oleh data payroll swasta yang kuat, data sektor jasa yang lebih baik dari perkiraan, serta banjir penjualan obligasi korporasi.

Investor menuntaskan pekan ini dengan sentimen positif yang tinggi berkat rencana perundingan perdagangan China-AS kembali dan berkurangnya risiko dari segala isu meresahkan mulai dari Brexit tanpa kesepakatan, kerusuhan di Hong Kong, hingga resesi AS.

Menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP pada Kamis (5/9), payroll swasta AS meningkat pada Agustus dengan laju tercepatnya dalam empat bulan.

Secara terpisah, industri jasa AS rebound bulan lalu ke ekspansi tercepatnya sejak Februari, menurut indeks manajer pembelian (PMI) non manufaktur yang dirilis Institute for Supply Management (ISM).

Sementara itu, laporan pekerjaan AS yang akan dirilis Jumat (6/9) waktu setempat diperkirakan akan menunjukkan peningkatan solid dalam payroll AS, sebesar 160.000 untuk Agustus dan tingkat pengangguran bertahan di 3,7 persen.

Beberapa jam kemudian, Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan berpidato mengenai prospek ekonomi dalam sebuah acara di Zurich.

"Meski data ekonomi tampak positif, hal itu membuat sedikit lebih sulit bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga,” ujar Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco Ltd., kepada Bloomberg TV.

“Saya menduga apa yang akan kita dengar dari Powell adalah komentar yang tak terlalu antusias tentang kemampuan The Fed untuk memberikan akomodasi kebijakan moneter,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top