Kurs Tengah Menguat 26 Poin, Ekspektasi Hubungan AS-China Topang Mata Uang Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (27/8/2019) di level Rp14.235 per dolar AS, menguat 26 poin atau 0,18 persen dari posisi Rp14.261 pada Senin (26/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  11:47 WIB
Kurs Tengah Menguat 26 Poin, Ekspektasi Hubungan AS-China Topang Mata Uang Asia
Nasabah menghitung uang di sebuah Money Changer, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (27/8/2019) di level Rp14.235 per dolar AS, menguat 26 poin atau 0,18 persen dari posisi Rp14.261 pada Senin (26/8/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.306 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.164 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat tipis 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.241 per dolar AS pada pukul 11.00 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (26/8), rupiah berakhir melemah 0,20 persen atau 28 poin di level Rp14.243 per dolar AS. Sebelum rebound dari pelemahannya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 14.243.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.228-Rp14.243 per dolar AS.

Sebagian besar mata uang di Asia memang menguat pagi ini, dipimpin yen Jepang yang terapresiasi 0,41 persen. Namun, beberapa lainnya masih tertekan, dipimpin yuan onshore China yang melemah 0,12 persen terhadap dolar AS pukul 11.14 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Yen Jepang

105,69

+0,41

Won Korea Selatan

1.213,35

+0,36

Rupee India

71,8488

+0,24

Dolar Taiwan

31,382

+0,14

Rupiah

14.241

+0,01

Peso Filipina

52,404

+0,01

Dolar Hong Kong

7,8439

+0,01

Yuan Onshore China

7,1601

-0,12

Ringgit Malaysia

4,2075

-0,1

Dolar Singapura

1,3893

-0,09

Yuan Offshore China

7,1719

-0,07

Baht Thailand

30,604

-0,05

Dilansir dari Bloomberg, mata uang pasar negara berkembang (emerging market) di Asia berhasil rebound dari pelemahan yang dialami pada perdagangan Senin (26/8), di tengah meredanya tensi perang dagang AS-China.

Pergerakan indeks saham di kawasan ini pun menguat, sedangkan sebagian besar obligasi pemerintah turun.

Presiden AS Donald Trump pada Senin (26/8) mengungkapkan bahwa China telah meminta agar perundingan perdagangan antara kedua negara dimulai kembali.

Permintaan itu disampaikan beberapa jam setelah Wakil Perdana Menteri China Liu He menyerukan kedua belah pihak untuk bersikap tenang di tengah memanasnya tensi perdagangan antara kedua negara akibat rencana pengenaan tarif baru terhadap satu sama lain.

Meski Washington dan Beijing menunjukkan keinginan untuk kembali ke meja perundingan, masih ada keraguan di pasar keuangan mengingat tidak adanya arah yang jelas tentang hubungan kedua negara.

“Sentimen [perang dagang] mereda setelah muncul kabar pembicaraan perdagangan AS-China masih akan berlanjut,” ujar Philip Wee, pakar strategi mata uang di DBS di Singapura.

“Namun, harapan untuk tercapainya kesepakatan masih teredam,” tambahnya.

Seiring dengan penguatan mayoritas mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun 0,096 poin atau 0,10 persen ke level 97,985 pada pukul 11.04 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka terkoreksi tipis 0,037 poin atau 0,04 persen di level 98,044. Pada perdagangan Senin (26/8), indeks mampu ditutup menguat 0,45 persen atau 0,441 poin di posisi 98,081.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

27 Agustus

14.235

26 Agustus

14.261

23 Agustus

14.249

22 Agustus

14.234

21 Agustus

14.259

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top