Ketegangan Perdagangan Mereda, Bursa Eropa Stabil

Bursa saham Eropa stabil pada perdagangan Senin (26/8/2019) karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China berkurang sementara potensi untuk pengaturan koalisi pembentukan pemerintahan baru di Italia mendorong bursa Italia.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  06:07 WIB
Ketegangan Perdagangan Mereda, Bursa Eropa Stabil
Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa stabil pada perdagangan Senin (26/8/2019) karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China berkurang sementara potensi untuk pengaturan koalisi pembentukan pemerintahan baru di Italia mendorong bursa Italia.

Indeks Stoxx Europe 600 berakhir melemah tipis 0,02 persen atau 0,08 poin di level 371,28, setelah dibuka turun 0,21 persen ke level 370,57 dan sempat merosot hingga 0,61 persen ke level terendah sejak 16 Agustus.

Volume perdagangan cenderung tipis karena hari libur di bursa saham Inggris.

Pasar saham Eropa sebelumnya mengikuti jejak bursa Asia mereka ke dalam pelemahan, namun mampu pulih setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Beijing telah menghubungi Washington untuk mengutarakan niat kembali ke meja perundingan.

Perubahan nada tersebut muncul setelah China mengatakan pihaknya bersedia menyelesaikan sengketa perdagangan dengan AS melalui negosiasi "yang tenang".

Saham sektor otomotif yang sensitif terhadap perdagangan memimpin kenaikan, setelah turun 2 persen di sesi sebelumnya karena China mengumumkan tarif impor baru untuk barang-barang AS.

"Kami mengharapkan kesepakatan perdagangan antara China dan AS menjelang akhir tahun ini, tetapi eskalasi lebih lanjut ada dalam skenario kami," kata ekonom ING Timme Spakman, seperti dikutip Reuters.

Spakman mengatakan, di satu sisi hal itu akan menimbulkan lebih banyak tekanan kepada China dan meningkatkan kebutuhan untuk membuat kesepakatan, meskipun Trump juga akan membutuhkan kesepakatan menjelang pemilihan AS.

Lembaga Ifo yang berbasis di Munich mengatakan indeks iklim bisnis Jerman jatuh ke level terendah sejak November 2012. Hal ini menjadi tanda dari dampak perang dagang terhadap ekonomi Jerman, yang menjadi yang terbesar di Eropa.

Di antara sentimen fundamental perusahaan, saham real estat Jerman berada di bawah tekanan setelah laporan bahwa pemerintah kota Berlin berencana untuk membatasi sewa. Saham Deutsche Wohnen turun hampir 3 persen.

Sementara itu, bursa saham Italia menguat, dengan indeks MTS FTSE Milan ditutup 1 persen lebih tinggi karena oposisi Partai Demokrat (PD) dan Gerakan anti kemapanan 5-Bintang mendekati kesepakatan pembentukan pemerintah koalisi.

Poin penting yang masih melekat di antara kedua partai yang bertentangan ini adalah apakah perdana menteri sementara Giuseppe Conte tetap dalam posisinya untuk memimpin aliansi baru.

"Dengan semua pihak utama di sayap kiri tengah tampaknya bersemangat untuk menghindari pemilihan umum cepat, kemungkinan distribusi pekerjaan tingkat atas pada akhirnya dapat diselesaikan," kata ekonom Berenberg Holger Schmieding.

Jika mereka gagal mencapai kesepakatan, ekonomi terbesar ketiga di zona euro itu dapat jatuh dalam ketidakpastian politik di tengah stagnasi ekonomi, peningkatan defisit fiskal, dan potensi konflik dengan Uni Eropa atas rencana anggarannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top