IBU KOTA BARU: Joint Venture, PP Properti (PPRO) Kantongi Potensi Lahan 500 Ha di Kaltim

PT PP Properti Tbk. (PPRO) menggandeng sejumlah investor yang menawarkan pola joint venture untuk mengembangkan lahan di sekitar Ibukota baru.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  15:54 WIB
IBU KOTA BARU: Joint Venture, PP Properti (PPRO) Kantongi Potensi Lahan 500 Ha di Kaltim
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan, usai rapat umum pemegang saham tahunan perseroan, di Jakarta, Rabu (10/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT PP Properti Tbk. berencana menggarap lahan seluas 500 hektare di sekitar Kalimantan Timur yang ditetapkan Pemerintah menjadi lokasi ibu kota baru.

Dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan perseroan sudah mengambil langkah dengan melakukan riset sejak 4 bulan lalu ketika pemerintah mengeluarkan wacana akan memindahkan ibu kota ke wilayah Kalimantan.  

Gayung bersambut, kata Taufik, ada sejumlah investor yang menawarkan pola joint venture untuk mengembangkan lahan di sekitar ibu kota baru.

“Ada calom investor yang menawarkan kerja sama dan kajian yang dilaksanakan akan selesai ketika program pemerintah semakin jelas. Kami akan tentukan langkah yang tepat dalam berinvestasi,” katanya pada Senin (26/8/2019).

Menurutnya, emiten berkode saham PPRO itu akan ikut ambil bagian dalam memanfaatkan peluang pengembangan lahan di calon lokasi ibu kota baru.

Taufik mengatakan calon investor yang akan bekerja sama dengan PPRO jumlahnya tidak hanya satu karena ada beberapa penawaran yang datang sekaligus. Sayangnya, Taufik enggan menyebut para investor tersebut.

“[Investor dan lokasi persis] lahan di ibu kota baru belum bisa disclosed. Tetapi, luas potensi lahan sampai 500 hektare dan belum bisa disclosed lebih jauh,” katanya.

Lebih jauh, lahan seluas 500 hektare itu akan digunakan untuk bermacam peruntukkan. Salah satunya, akan dibangun menjadi properti dengan konsep mixed use.

Adapun perseroan memiliki properti di Balikpapan, Kalimantan Timur berupa mal bernama Balikpapan Ocean Square dan hotel yang dioperasikan oleh Swiss-Belhotel.

Sementara itu, PPRO belum akan melakukan aksi korporasi untuk mendanai investasi proyek anyar tersebut. Menurutnya, terlalu awal untuk membicarakan itu. Pasalnya, riset dan kajian internal perusahaan belum rampung.

Pada hari ini pun Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan ibu kota baru berada di Provinsi Kalimantan. Menurutnya lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegera, Provinsi Kalimantan Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ibukota, pt pp properti

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top