Prospek Suku Bunga AS Tak Pasti, Bursa Eropa Tergelincir

Bursa Eropa berakhir melemah pada perdagangan Kamis (22/8/2019), di tengah keresahan investor terhadap beragam data pertumbuhan bisnis di sejumlah negara dan ketidakpastian atas prospek suku bunga Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  07:32 WIB
Prospek Suku Bunga AS Tak Pasti, Bursa Eropa Tergelincir
Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa berakhir melemah pada perdagangan Kamis (22/8/2019), di tengah keresahan investor terhadap beragam data pertumbuhan bisnis di sejumlah negara dan ketidakpastian atas prospek suku bunga Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup turun 0,4 persen dan pasar ekuitas zona euro melemah 0,6 persen.

Data terbaru menunjukkan pertumbuhan bisnis di zona euro sedikit pulih pada bulan Agustus tetapi aktivitas pabrik di Jepang dan Amerika Serikat menyusut. Data yang beragam ini menimbulkan keraguan tentang kesehatan ekonomi global.

Menambah sentimen negatif pada pasar, bank sentral Jerman menyatakan tidak melihat perlunya stimulus fiskal saat ini, meskipun ia memperkirakan ekonomi akan kembali menyusut kuartal ini.

Pada saat yang sama, Presiden Federal Reserve Bank wilayah Philadelphia Patrick Harker berkomentar bahwa ia tidak melihat argumen untuk stimulus tambahan.

Pasar bagaimanapun, menantikan kejelasan lebih lanjut tentang sikap The Fed dari Gubernur Jerome Powell yang dijadwalkan berpidato dalam simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (23/8/2019) waktu setempat yang diharapkan akan memberi petunjuk lebih lanjut tentang prospek penurunan suku bunga.

“Cukup jelas bahwa pasar mengambil sikap wait and see sebelum pidato Jerome Powell besok [Jumat]," kata Craig Erlam, analis pasar senior di Oanda.

“Harapannya adalah mereka [The Fed] akan mengikuti ekspektasi pasar dan memangkas suku bunga beberapa kali lagi tahun ini,” terangnya.

Tanda-tanda bahwa pemerintah dan bank-bank sentral siap untuk masuk dengan langkah-langkah tambahan guna mendorong pertumbuhan global yang lesu telah membantu pasar saham bertahan dalam beberapa pekan bergejolak.

Meski demikian, indeks Stoxx masih dalam jalur untuk mengakhiri Agustus di posisi lebih rendah.

Sementara itu, indeks FTSE 100 London terbebani penguatan nilai tukar pound sterling setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan solusi untuk masalah perbatasan Irlandia dapat ditemukan sebelum batas waktu 31 Oktober bagi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa (Brexit).

Hambatan, yang mengharuskan Inggris untuk mematuhi beberapa aturan Uni Eropa jika tidak ada alternatif yang dapat ditemukan untuk menjaga perbatasan darat antara Irlandia Utara dan Irlandia, itu telah menjadi masalah paling kontroversial dalam proses Brexit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top