The Fed Perdebatkan Pangkas Suku Bunga Lebih Agresif, Wall Street Menguat

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kompak ditutup menguat pada perdagangan Rabu (21/8/2019), setelah laporan kinerja keuangan yang optimistis dari peritel menunjukkan kekuatan dalam permintaan konsumen AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  06:53 WIB
The Fed Perdebatkan Pangkas Suku Bunga Lebih Agresif, Wall Street Menguat
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kompak ditutup menguat pada perdagangan Rabu (21/8/2019), setelah laporan kinerja keuangan yang optimistis dari peritel menunjukkan kekuatan dalam permintaan konsumen AS.

Wall Street kemudian mempertahankan penguatannya setelah rilis risalah rapat Federal Reserve (Fed minutes) pada Juli menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan telah memperdebatkan penurunan suku bunga yang lebih agresif.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,82 persen atau 23,92 poin di level 2.924,43, indeks Nasdaq Composite menanjak 0,90 persen atau 71,65 poin di level 8.020,21, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 0,93 persen atau 240,29 poin di posisi 26.202,73.

Bursa saham AS bergerak kuat ke posisi lebih tinggi setelah peritel Target Corp. dan Lowe's Cos Inc. menyampaikan laporan kinerja yang lebih baik dari perkiraan.

Saham Target melonjak 20,4 persen setelah peritel ini menaikkan perkiraan laba tahunannya. Saham Lowe's juga naik tajam 10,4 persen setelah laporan perusahaan perbaikan rumah ini mengalahkan estimasi laba.

Pengeluaran konsumen AS yang kuat telah membantu mencegah kekhawatiran akan terjadinya resesi. Pekan lalu, kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi meningkat karena kurva imbal hasil antara Treasury 2 tahun dan 10 tahun berinversi secara singkat.

Meski kurva imbal hasil berbalik lagi secara singkat pada Rabu (14/8/2019), kondisi itu berdampak kecil pada saham saat ini.

“Selama kita memiliki lingkungan yang sehat dalam pekerjaan yang kita miliki saat ini, akan sangat sulit untuk menggoyahkan kepercayaan masyarakat,” ujar JJ Kinahan, kepala strategi pasar di TD Ameritrade, Chicago.

Sementara itu, risalah pertemuan kebijakan moneter The Fed pada 30-31 Juli, ketika bank sentral AS ini memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperdebatkan pemotongan suku bunga secara lebih agresif.

Beberapa pembuat kebijakan lebih menyukai pemangkasan sebesar 50 basis poin. Namun The Fed sepakat untuk menghindari kesan berada di arah menuju penurunan suku bunga lebih lanjut.

Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan berpidato dalam konferensi bank-bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (23/8/2019) waktu setempat.

Sebagian analis mengatakan komentar Powell nanti akan menawarkan petunjuk yang lebih besar tentang arah kebijakan moneter ketimbang risalah rapat The Fed pada Juli, mengingat adanya perkembangan termasuk pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang rencana pengenaan tarif terhadap barang-barang tambahan asal China senilai US$300 miliar.

“Risalah rapat itu memberi sedikit petunjuk ke depan. Jackson Hole akan menjadi kesempatan pertama (Powell) untuk benar-benar menyampaikan pandangannya sejak pengumuman tarif terbaru,” terang Robert Phipps, Direktur di Per Stirling Capital Management, Texas.

Pergerakan Bursa Wall Street 21 Agustus

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

26.202,73

+0,93

S&P 500

2.924,43

+0,82

Nasdaq

8.020,21

+0,90

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street, Kebijakan The Fed

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top