INDF Optimistis Capai Target, Ini Rekomendasi Analis

Sepanjang semester I/2019, emiten dengan kode saham INDF ini membukukan pertumbuhan penjualan 7,25% menjadi Rp38,61 triliun. Sementara itu, laba bersih tumbuh 30,13% menjadi Rp2,55 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  04:49 WIB
INDF Optimistis Capai Target, Ini Rekomendasi Analis
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/2/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Thomas Tjhie mengatakan, perseroan optimistis dapat mencapai target di level high single digit pada tahun ini. Optimisme ini seiring dengan sejumlah inisiatif yang dilakukan perseroan.

Sepanjang semester I/2019, emiten dengan kode saham INDF ini membukukan pertumbuhan penjualan 7,25% menjadi Rp38,61 triliun. Sementara itu, laba bersih tumbuh 30,13% menjadi Rp2,55 triliun.

Analis Maybank Kim Eng Janni Asman mengatakan, pendapatan INDF yang tumbuh 6% secara tahunan di kuartal II/2019 seiring dengan penguatan CBP dan Bogasari yang mengkompensasi penurunan di divisi Agribisnis.

Sebagai informasi, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. membukukan kenaikan penjualan sebesar 13,72% dan laba bersih tumbuh 12,38% pada semester I/2019. Sementara itu, di divisi agribisnis, PT Salim Ivomas Tbk. membukukan penjualan turun 0,83% secara tahunan, serta rugi Rp310,18 miliar setelah meraih laba Rp57,11% pada semester I/2018. Sedangkan, penjualan dan laba bersih PT PP London Sumatra Tbk. masing-masing turun 9,50% dan 95,34%.

Sementara itu, Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Wilbert mempertahankan proyeksi kinerja positif untuk INDF seiring dengan potensi pemulihan pada divisi agribisnis pada semester II/2019.

“Dari empat segmenya, agribisnis menjadi satu-satunya hambatan dalam kinerja INDF tahun ini, terutama karena harga CPO yang lesu,” terangnya dalam riset yang dirilis pada 14 Agustus 2019.

Sinarmas Sekuritas memberikan rekomendasi beli terhadap saham INDF dengan target harga Rp8.900, yang memiliki potensi kenaikan 20,3% dari harga saat itu di level Rp7.400. Sementar, Maybank Kim Eng memberikan rekomendasi hold dan meningkatkan target harga menjadi Rp7.600, dari target harga sebelumnya Rp6.500.

Pada perdagangan Rabu (21/8/2019), saham INDF ditutup pada level Rp7.700 atau melemah 0,96%. Di level harga itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp67,61 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indofood, indf

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top