Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Cermati Hubungan AS-China, Bursa Asia masih Tangguh

Bursa Asia berhasil menguat bersama dengan indeks futures Amerika Serikat (AS) dan bursa Eropa pada perdagangan siang ini, Selasa (20/8/2019), saat investor mencermati perkembangan hubungan AS-China dan komentar seorang pejabat Federal Reserve tentang kekuatan ekonomi AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  15:50 WIB
Bursa Jepang - Reuters
Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia berhasil menguat bersama dengan indeks futures Amerika Serikat (AS) dan bursa Eropa pada perdagangan siang ini, Selasa (20/8/2019), saat investor mencermati perkembangan hubungan AS-China dan komentar seorang pejabat Federal Reserve tentang kekuatan ekonomi AS.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks futures S&P 500 dan indeks Stoxx Europe 600 sama-sama naik 0,2 persen persen pada pukul 08.28 pagi waktu London (pukul 14.28 WIB). Adapun indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,5 persen, tetapi indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen.

Dilansir dari Bloomberg, kontrak berjangka S&P 500 menguat setelah indeks saham acuannya naik untuk hari ketiga pada perdagangan Senin (19/8/2019).

Sebelumnya, Menteri Perdagangan AS mengatakan pemerintah AS akan menangguhkan pembatasan yang diberlakukan pada beberapa operasi bisnis Huawei Technologies.

Dengan ini, raksasa teknologi asal China tersebut mendapat lebih banyak waktu untuk membeli komponen dari perusahaan-perusahaan AS.

Perpanjangan yang berlaku hingga 18 November itu memperbarui perjanjian yang melanjutkan kemampuan Huawei untuk mempertahankan jaringan telekomunikasi yang ada dan menyediakan pembaruan peranti lunak untuk perangkat-perangkatnya.

Sementara itu, Presiden Fed Bank of Boston Eric Rosengren mengesampingkan spekulasi penurunan suku bunga lebih lanjut. Ia tidak yakin bahwa melambatnya perdagangan dan pertumbuhan global akan secara signifikan menggerogoti ekonomi.

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyerukan agar bank sentral AS The Fed memangkas suku bunga setidaknya 100 basis poin guna menyokong pertumbuhan global.

Kabar terbaru tentang perdagangan global dan suku bunga dapat meredakan keresahan investor akibat jatuhnya imbal hasil obligasi pekan lalu.

Keputusan AS tentang Huawei dipandang sebagai hal yang menggembirakan bagi perkembangan solusi perdagangan yang telah lama ditunggu-tunggu antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Kendati demikian, Huawei mengatakan pelonggaran sementara itu tidak mengubah fakta perlakuan tidak adil terhadapnya.

“Kami melihat bahwa selama enam bulan ke depan pasar ekuitas akan menjadi lebih baik, terutama didukung oleh suku bunga yang lebih rendah di seluruh dunia,” ujar Jun Bei Liu, manajer portofolio di Tribeca Investment Partners di Sydney, kepada Bloomberg TV.

“Tentu saja, ada beberapa isu yang muncul. Pertama adalah bahwa valuasinya tampak sangat tinggi. Dan konflik perdagangan adalah ketidakpastian lain pada saat ini,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top