Jerman Indikasikan Stimulus, Bursa Eropa Menguat Hari Kedua

Bursa Eropa berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Senin (19/8/2019), di tengah tanda-tanda adopsi stimulus untuk menopang pertumbuhan di sejumlah negara besar.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  06:09 WIB
Jerman Indikasikan Stimulus, Bursa Eropa Menguat Hari Kedua
Indeks Stoxx 600 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Senin (19/8/2019), di tengah tanda-tanda adopsi stimulus untuk menopang pertumbuhan di sejumlah negara besar.

Imbal hasil obligasi pun rebound seiring dengan membaiknya sentimen global yang terganggu oleh kekhawatiran resesi.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup naik tajam 1,2 persen dan bursa saham di Frankfurt menanjak 1,3 persen. Indeks Stoxx pulih dari level terendahnya dalam enam bulan yang dibukukan pekan lalu akibat kekhawatiran potensi perlambatan global.

Laporan pada Jumat (16/8/2019) bahwa pemerintah koalisi Jerman mungkin mengabaikan aturan anggaran untuk mengambil utang baru dan meluncurkan stimulus terus menopang sentimen pasar.

Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan negara itu memiliki kekuatan fiskal untuk menghadapi setiap krisis ekonomi di masa depan dengan kekuatan penuh.

“Ini adalah kelanjutan dari apa yang kita lihat pada hari Jumat, harapan bahwa pemerintah mereka akan melangkah untuk memberikan stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” terang Carsten Brzeski, kepala ekonom Jerman di ING, dikutip dari Reuters.

Langkah dari Berlin muncul karena pertumbuhan yang terhenti di seluruh kawasan Eropa akibat perlambatan ekonomi terbesar di kawasan itu. Perang perdagangan AS-China, ketidakpastian Brexit dan kesengsaraan politik Italia menambah tekanan.

Imbal hasil obligasi di zona euro serta Amerika Serikat, yang meluncur di bawah imbal hasil jangka pendek pekan lalu dan memicu peringatan tentang kemungkinan resesi, berada di luar rekor level rendah mereka.

"Ini seperti kita mengalami badai besar dan sekarang ada periode kering dengan sinar matahari yang akan mendorong pengambilan risiko, tetapi masih merupakan pasar yang sangat fluktuatif," tambah Brzeski.

Bank sentral China menambah semangat stimulus dengan meluncurkan reformasi suku bunga yang ditargetkan untuk menurunkan biaya pinjaman perusahaan. Langkah ini dilakukan setelah Beijing mengumumkan rencana untuk memacu konsumsi swasta guna menopang pertumbuhan pekan lalu.

Semua sektor pasar saham Eropa mengakhiri sesi perdagangan Senin di zona positif. Adapun saham-saham minyak mencatat kenaikan harian terbesar sejak Januari tahun ini, diuntungkan dari kenaikan harga minyak mentah karena serangan terhadap instalasi minyak Saudi di Yaman.

Investor selanjutnya akan mencermati risalah pertemuan kebijakan terbaru dari Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa pekan ini, bersama dengan angka PMI global, untuk dapat lebih mengevaluasi kesehatan ekonomi dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top