Kurs Tengah Menguat 38 Poin, Rupiah Tangguh di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (16/8/2019) di level Rp14.258 per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,26 persen dari posisi Rp14.296 pada Kamis (15/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  12:01 WIB
Kurs Tengah Menguat 38 Poin, Rupiah Tangguh di Asia
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (16/8/2019) di level Rp14.258 per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,26 persen dari posisi Rp14.296 pada Kamis (15/8/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.329 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.187 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 36 poin atau 0,25 persen ke level Rp14.238 per dolar AS pada pukul 10.57 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (15/8), rupiah berakhir melemah 0,20 persen atau 29 poin di level Rp14.274 per dolar AS. Mata uang Garuda ini mulai bangkit dari pelemahannya dengan dibuka terapresiasi 0,04 persen atau 6 poin di level Rp14.268 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.238-Rp14.268 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia cenderung bergerak variatif pagi ini. Peso Filipina yang naik 0,37 persen memimpin penguatan sebagian mata uang di Asia, sedangkan baht Thailand terpantau mengalami depresiasi terbesar pada pukul 11.16 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Peso Filipina

52,417

+0,37

Ringgit Malaysia

4,1823

+0,29

Rupiah

14.238

+0,25

Dolar Taiwan

31,320

+0,15

Dolar Singapura

1,3875

+0,11

Won Korea Selatan

1.213,82

+0,09

Baht Thailand

30,924

-0,23

Yen Jepang

106,20

-0,07

Yuan Onshore China

7,0390

-0,07

Rupee India

71,3237

-0,06

Yuan Offshore China

7,0522

-0,04

Dolar Hong Kong

7,8421

-0,01

Dilansir dari Bloomberg, mata uang Asia bergerak variatif di tengah tergerusnya sentimen untuk aset berisiko akibat kekhawatiran soal tensi perdagangan dan prospek ekonomi global.

Pada Kamis (15/8), China bersumpah akan membalas rencana pengenaan tarif terbaru oleh pemerintah AS terhadap barang-barang China senilai US$300 miliar.

Namun Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa setiap perjanjian harus berdasarkan ketentuan Amerika. Ini menunjukkan bertahannya ketidakpastian mengenai resolusi untuk perang perdagangan.

“Mata uang Asia akan terbebani karena terlalu banyak ketidakpastian di pasar, sehingga memaksa investor menahan diri untuk mengambil posisi berisiko,” ujar Masakatsu Fukaya, seorang pedagang mata uang emerging-market di Mizuho Bank, Tokyo.

Sebagian mata uang di Asia, lanjutnya, memperoleh dukungan setelah angka penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global, meskipun pada umumnya pasar tidak memiliki tren yang jelas.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik 0,067 poin atau 0,07 persen ke level 98,211 pada pukul 11.07 WIB.

Pada perdagangan Kamis (15/8/2019), indeks ditutup menguat 0,16 persen atau 0,157 poin di level 98,144, kenaikan hari ketiga beruntun.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

16 Agustus

14.258

15 Agustus

14.296

14 Agustus

14.234

13 Agustus

14.283

12 Agustus

14.220

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top