Pefindo Turunkan Peringkat APLN Jadi idBBB dengan Credit Watch

Bila dalam kurun waktu sepekan hingga 2 pekan ke depan PT Agung Podomoro Land Tbk. belum mampu menunjukkan rencana refinancing yang cukup meyakinkan, Pefindo tak segan menurunkan kembali peringkat APLN.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  19:17 WIB
Pefindo Turunkan Peringkat APLN Jadi idBBB dengan Credit Watch
www.agungpodomoro.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) dari idA- menjadi idBBB dan proyeksi credit watch akibat potensi gagal bayar sindikasi pinjaman.

Analis Pefindo Yogie Perdana mengatakan penurunan peringkat dilakukan mengacu pada pertimbangan peningkatan risiko pembiayaan kembali atau refinancing dan likuiditas.

Adapun, APLN memiliki tenggat pembayaran pinjaman sindikasi sebesar Rp1,3 triliun hingga 30 September 2019. Kendati demikian, saldo kas APLN pada Juni hanya sebesar Rp1,2 triliun.

Selain itu, perusahaan memiliki surat utang yang akan jatuh tempo yakni Obligasi I/2014-2015 fase III sebesar Rp451 miliar dan Obligasi I/2014-2015 fase IV Rp99 miliar pada 19 Desember 2019 dan 25 Maret 2019 secara berturut-turut.

Outlook credit watch dengan implikasi negatif diberikan untuk mengantisipasi keterbatasan perseroan untuk membiayai kembali utang yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu 12 bulan.

Pertimbangan lainnya yakni keadaan keuangan perusahaan yang terbatas untuk mengajukan utang baru serta terbatasnya aset yang belum dijadikan jaminan.

“September udah pendek. Mereka harus memiliki uang Rp1,3 triliun sedangkan cash balance mereka enggak mencukupi,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Pefindo, Kamis (15/8/2019).

Dia menuturkan rencana refinancing perusahaan menjadi perhatian. Bila dalam kurun waktu sepekan hingga 2 pekan ke depan perseroan belum mampu menunjukkan rencana refinancing yang cukup meyakinkan, pihaknya tak segan menurunkan kembali peringkat APLN.

“Kalau dalam satu minggu, dua minggu lagi rencana refinancing belum jelas, bisa saja kami turunkan lagi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
agung podomoro, pefindo

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top