Turbulensi Pukul Asia, IHSG Melemah 0,47 Persen Pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bersama rata-rata bursa saham di Asia pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (13/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  12:35 WIB
Turbulensi Pukul Asia, IHSG Melemah 0,47 Persen Pada Akhir Sesi I
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bersama rata-rata bursa saham di Asia pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (13/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,47 persen atau 29,40 poin ke level 6.221,19 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya. 

Pada perdagangan Senin (12/8), IHSG berakhir di level 6.250,59 dengan melemah 0,50 persen atau 31,54 poin. Sebelum melanjutkan pelemahannya, indeks sempat beringsut ke zona hijau dengan dibuka naik 0,01 persen atau 0,71 poin di level 6.251,31 pagi ini.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.215,9 – 6.251,31.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia rata-rata bergerak negatif siang ini. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing melemah 1 persen dan 1,1 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,61 persen.

Di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 melemah 0,74 persen dan 0,96 persen masing-masing. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,83 persen.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia melemah karena tertekan penghindaran aset-aset berisiko oleh investor yang dipicu kekhawatiran tentang perang dagang Amerika Serikat-China, aksi unjuk rasa di Hong Kong, dan jatuhnya nilai tukar peso Argentina.

Daya tarik aset berisiko semakin tergerus oleh memanasnya aksi unjuk rasa di Hong Kong. Pada Senin (12/8/2019), bandara internasional negara ini ditutup untuk penerbangan selama beberapa jam setelah ribuan demonstran mengepungnya.

Sementara itu, hasil pemilihan pendahuluan di Argentina yang menempatkan pihak oposisi sebagai unggulan, mengakibatkan jatuhnya nilai tukar mata uang peso, bursa saham, dan obligasi negara itu.

“Aksi unjuk rasa di Hong Kong negatif untuk saham, yang sudah berada dalam fase penyesuaian karena ada spekulasi bahwa perang perdagangan akan memicu resesi,” ujar Kiyoshi Ishigane, chief fund manager di Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management Co.

Sentimen pasar sebelumnya telah terbebani meningkatnya tanda-tanda bahwa Amerika Serikat dan China tidak akan menyelesaikan konflik perdagangan mereka dalam waktu dekat.

Pasar terpukul dengan turbulensi lebih lanjut setelah aksi unjuk rasa ribuan demonstran memaksa ditutupnya bandara internasional Hong Kong pada Senin, meskipun kembali dibuka Selasa pagi ini.

Pedagang juga resah setelah Presiden Argentina Mauricio Macri yang terkenal dengan kebijakannya yang ramah pasar meraih margin suara lebih rendah dari pihak oposisi dalam pemilihan pendahuluan pada Minggu (11/8/2019).

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah lanjut melemah 40 poin atau 0,28 persen ke level Rp14.290 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 56 poin atau 0,39 persen di posisi 14.250 pada Senin (12/8).

Sementara itu, indeks Bisnis-27 melemah 0,57 persen atau 3,16 poin ke level 548,39 dan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index melemah 0,7 persen atau 4,76 poin ke posisi 670,87 pada akhir sesi I.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top