Situasi Memburuk, Pasar Saham Hong Kong Turun Tajam

Pasar saham Hong Kong turun tajam di tengah memanasnya pergolakan politik setelah aksi unjuk rasa melumpuhkan bandara internasional negara ini pada Senin (12/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  11:11 WIB
Situasi Memburuk, Pasar Saham Hong Kong Turun Tajam
Bursa Hong Kong - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham Hong Kong turun tajam di tengah memanasnya pergolakan politik setelah aksi unjuk rasa melumpuhkan bandara internasional negara ini pada Senin (12/8/2019).

Pada Senin, ribuan demonstran berpakaian hitam mengerumuni Hong Kong International Airport. Aksi ini menyebabkan gangguan terbesar terhadap kota tersebut sejak kerusuhan dimulai pada Juni.

Bandara Internasional Hong Kong kembali dibuka pada Selasa pagi (13/8/2019). Namun demikian, pihak pengelola bandara memperingatkan bahwa penerbangan masih akan terdampak.

Salah satu jadwal penerbangan yang masih terdampak hingga hari ini adalah jadwal penerbangan maskapai Cathay Pacific. Perusahaan penerbangan Hong Kong itu melalui situs websitenya mengumumkan telah membatalkan lebih dari 200 penerbangan menuju dan keluar Hong Kong hari ini.

Cathay Pacific menyatakan hanya akan mengoperasikan sejumlah penerbangan terbatas untuk menghubungkan penumpang.

Ancaman dari perang dagang dan kerusuhan lokal selama berpekan-pekan telah tampak pada pasar properti, serta jumlah wisatawan, hunian hotel, dan penjualan ritel.

Di samping itu, pelemahan nilai tukar yuan merupakan alasan lain yang perlu dikhawatirkan, karena akan mengurangi pengeluaran dari para pengunjung serta menekan laba untuk perusahaan-perusahaan yang mengandalkan China.

Menurut data yang dihimpun Bloomberg, laba bagi anggota Indeks Hang Seng diperkirakan akan mencatat penurunan paling besar sejak krisis keuangan global tahun ini.

“Sepertinya situasi akan semakin buruk,” ujar Airy Lau, direktur investasi di Fair Capital Management Ltd. “Bersama dengan risiko resesi global yang lebih tinggi akibat konflik AS-China, indeks Hang Seng kemungkinan akan mengalami penurunan 5-10 persen lebih lanjut.”

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan Hong Kong Hang Seng merosot 1,56 persen atau 402,17 poin ke level 25.422,55 pagi ini, Selasa (13/8/2019) pukul 10.38 WIB, menuju pelemahan hari ketiga berturut-turut.

Indeks Hang Seng China Enterprises yang terdiri atar perusahaan-perusahaan China telah kehilangan lebih dari 16 persen dari level tertingginya pada April. Adapun indeks MSCI Hong Kong telah melemah lebih dari 14 persen dari puncarknya yang disentuh pada bulan Juli.

Saham-saham bank, pengembang, dan kasino berada di antara yang membukukan penurunan terbesar. Indeks saham yang terkait dengan properti melemah 1,7 persen pada 11.26 pagi waktu setempat.

Saham Swire Properties Ltd., yang mengoperasikan mal dan hotel di kota itu, turun 2,2 persen sekaligus memperpanjang pelemahannya menjadi 23 persen sejak 10 Juni.

Sementara itu, saham MTR Corp, yang dianggap sebagai salah satu saham teraman di Hong Kong sebelum protes dimulai, tergelincir sebanyak 3,7 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong, bursa hong kong

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top