Terseret Isu Argentina dan Hong Kong, IHSG Melemah Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (13/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  09:35 WIB
Terseret Isu Argentina dan Hong Kong, IHSG Melemah Pagi Ini
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (13/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,42 persen atau 25,98 poin ke level 6.224,61 pada pukul 09.07 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (12/8), IHSG berakhir di level 6.250,59 dengan melemah 0,50 persen atau 31,54 poin. Sebelum melanjutkan pelemahannya, indeks sempat beringsut ke zona hijau dengan dibuka naik tipis 0,01 persen atau 0,71 poin di level 6.251,31 pagi ini.

Seluruh sembilan sektor bergerak negatif, dipimpin industri dasar (-1,30 persen), pertanian (-0,54 persen), dan properti (-0,45 persen).

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing turun 0,66 persen dan 1,03 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher memperkirakan IHSG masih akan melemah pada perdagangan hari ini, yakni di titik support 1 di 6.204 dan titik support 2 6.228. Kemudian, IHSG pun diperkirakan berada di titik resistance 1 yakni 6.292 dan resistance 2 6.332.

Perkiraan tersebut bertolak pada pertimbangan analisis teknikal candlestick membentuk pola evening star yang mengindikasikan pelemahan dalam jangka pendek. Selain itu, tekanan global masih bakal membayangi pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.

“IHSG diprediksi melemah, Secara teknikal candlestick membentuk pattern evening star mengindikasikan akan terjadinya pelemahan dalam jangka pendek. Tekanan global juga diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan,” katanya melalui riset.

Senada dengan pendapatnya, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia juga memprediksi berlanjutnya pelemahan IHSG akibat sentimen negatif global.
Bursa Wall Street Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Senin (12/8/2019). Ketegangan di sejumlah negara membawa sentimen negatif, di antaranya adalah aksi gelombang massa di Hong Kong.

Di Argentina, Presiden Mauricio Macri yang menjalankan program pengetatan fiskal sepertinya tidak akan terpilih kembali pada pemilu mendatang. Jika reformasi fiskal ditinggalkan, maka dikuatirkan Argentina kembali terjebak krisis.

Pada saat yang sama, isu perang dagang yang tidak kunjung membaik membuat investor mulai memperkirakan perang dagang tidak akan usai dalam waktu dekat, setidaknya akan terus berlanjut hingga Pemilu AS 2020.

“Dengan sentimen regional yang negatif, hari ini IHSG diprediksi masih akan melanjutkan pelemahan,” paparnya melalui riset yang dikutip dari laman resminya.

Mayoritas indeks saham lain di Asia melemah pagi ini. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing melorot 1,3 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,84 persen.

Di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,6 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,59 persen.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah terpantau melemah 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.280 per dolar AS pukul 09.04 WIB, setelah ditutup melemah 56 poin atau 0,39 persen di posisi 14.250 pada Senin (12/8).

Sementara itu, indeks Bisnis-27 melemah 0,46 persen atau 2,52 poin ke level 549,02 pukul 09.07 WIB, setelah berakhir turun 0,41 persen atau 2,28 poin di posisi 551,54 pada Senin (12/8).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top