Kurs Tengah Melemah 25 Poin, Perang Dagang AS-China Tekan Mayoritas Mata Uang Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (12/8/2019) di level Rp14.220 per dolar AS, melemah 25 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp14.195 pada Jumat (9/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  12:06 WIB
Kurs Tengah Melemah 25 Poin, Perang Dagang AS-China Tekan Mayoritas Mata Uang Asia
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (12/8/2019) di level Rp14.220 per dolar AS, melemah 25 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp14.195 pada Jumat (9/8/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.291 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.149 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 29 poin atau 0,20 persen ke level Rp14.223 per dolar AS pada pukul 10.05 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (9/8), rupiah mampu ditutup terapresiasi 0,13 persen atau 19 poin di level Rp14.194 per dolar AS, penguatan hari ketiga berturut-turut.

Mata uang Garuda ini mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka terdepresiasi 0,08 persen atau 11 poin di level Rp14.205 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.205-Rp14.225 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia mayoritas juga melemah pagi ini, dipimpin won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,43 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.27 WIB. Sebaliknya, nilai tukar yen menguat di tengah eskalasi perang dagang AS-China (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Won Korea Selatan

1.215,30

-0,43

Rupiah

14.223

-0,2

Peso Filipina

51,997

-0,17

Dolar Taiwan

21,347

-0,12

Baht Thailand

30,765

-0,03

Dolar Singapura

1,3852

-0,01

Dolar Hong Kong

7,8429

-0

Yuan Onshore China

7,0626

-0

Yen Jepang

105,42

+0,26

Yuan Offshore China

7,0913

+0,1

Sebagai aset safe haven, yen kerap diburu investor di tengah kondisi kekhawatiran dan ketidakpastian geopolitik.

Keresahan pasar bertahan setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat pekan lalu mengatakan tidak siap untuk membuat kesepakatan dengan China.

Trump bahkan meragukan tim negosiasi AS bakal mengadakan perundingan perdagangan lebih lanjut dengan China pada September mendatang.

Sementara itu, tindakan pemerintah China yang membiarkan nilai tukar yuan melemah terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir sebagai respons atas rencana pengenaan tarif 10 persen pada sisa impor China ke AS, telah menekan mata uang negara berkembang di seluruh Asia sekaligus mendongkrak yen.

Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, dengan memperingatkan bahwa kesepakatan perdagangan AS-China kemungkinan tidak akan terjadi sebelum pilpres AS 2020 dan bahwa risiko resesi telah meningkat.

Seiring dengan penguatan yen, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau bergerak flat di level 97,495 pada pukul 11.17 WIB.

Pada perdagangan Jumat (9/8/2019) indeks berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,13 persen atau 0,127 poin di level 97,491.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

12 Agustus

14.220

9 Agustus

14.195

8 Agustus

14.231

7 Agustus

14.275

6 Agustus

14.344

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top