Trump Maki-maki Pelemahan Yuan China, Wall Street Turun Tajam

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir turun tajam pada perdagangan Senin (5/8/2019), di tengah memanasnya ketegangan perdagangan antara AS dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  07:01 WIB
Trump Maki-maki Pelemahan Yuan China, Wall Street Turun Tajam
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir turun tajam pada perdagangan Senin (5/8/2019), di tengah memanasnya ketegangan perdagangan antara AS dan China.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 tersungkur 2,98 persen atau 87,31 poin ke level 2.844,74, indeks Nasdaq Composite terjerembab 3,47 persen atau 278,03 poin ke level 7.726,04, sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir anjlok 2,9 persen atau 767,27 poin ke posisi 27.717,74.

Pada Senin, nilai tukar yuan melemah hingga melampaui level tujuh per dolar AS, terendah dalam 11 tahun, setelah bank sentral China People's Bank of China menetapkan titik tengah hariannya pada level terlemah dalam delapan bulan.

Presiden AS Donald Trump pun bereaksi melalui akun Twitter miliknya dengan menyebut aksi itu sebagai "pelanggaran besar" dan "manipulasi mata uang”.

Sebagian investor melihat pergerakan dalam yuan itu sebagai tanggapan langsung pemerintah China terhadap pengumuman Trump soal rencana pengenaan tarif 10 persen pada sisa impor senilai US$300 miliar asal Negeri Tirai Bambu mulai 1 September.

“Ini eskalasi perang perdagangan,” ujar Steven DeSanctis, pakar strategi ekuitas di Jefferies, New York.

“Penguatan dolar menghadirkan masalah lain. Bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan banyak bisnis di luar AS, semuanya masalah bertambah,” lanjutnya.

Pelemahan nilai tukar yuan dan penguatan dolar AS menimbulkan tantangan bagi perusahaan AS yang berbisnis di China, dengan secara efektif menaikkan biaya barang-barang mereka untuk konsumen Tiongkok.

Menambah ketegangan, Kementerian Perdagangan China menyatakan perusahaan-perusahaan China telah berhenti membeli produk-produk pertanian AS. China juga tidak akan mengesampingkan penetapan tarif impor pada produk pertanian AS yang dibeli setelah 3 Agustus.

Saham perusahaan teknologi S&P 500, yang sangat terekspos pada pasar China, pun melorot 4,1 persen.

Saham Apple Inc merosot 5,2 persen setelah analis memperingatkan bahwa rencana pengenaan tarif baru dapat mengurangi permintaan untuk iPhone. Adapun indeks semikonduktor Philadelphia turun 4,4 persen.

Indeks Volatilitas CBOE, barometer tingkat kekhawatiran investor, melonjak 6,98 poin ke level 24,59, level tertingginya dalam sekitar tujuh bulan.

“Pelemahan saham bisa bertambah jika tidak ada tanda-tanda perbaikan dalam hubungan perdagangan AS-China sebelum September, ketika tarif yang baru diumumkan akan berlaku,” jelas Keith Lerner, kepala strategi pasar di SunTrust Advisory Services, Atlanta.

"Ada sedikit kekosongan di pasar selama beberapa pekan ke depan. Kite sedang dalam fase korektif ini dan sepertinya akan terus berlanjut.”

Pergerakan Bursa Wall Street 5 Agustus

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.717,74

-2,9

S&P 500

2.844,74

-2,98

Nasdaq

7.726,04

-3,47

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street, perang dagang AS vs China

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top