Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Grup Sinarmas dan Salim Bervariasi di Semester 1, Ini Rekomendasi Analis

Adapun, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) mencatat kenaikan laba bersih terbesar dari emiten Grup Salim, diikuti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) dan PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  07:07 WIB
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja Grup Salim kian mengembang seiring dengan peningkatan laba bersih hingga dua digit pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) di semester I/2019.

Adapun, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) mencatat kenaikan laba bersih terbesar dari emiten Grup Salim, diikuti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) dan PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST).

Sementara itu, kinerja di sektor perkebunan masih tertekan seiring dengan pelemahan harga CPO. Laba yang turun juga terjadi pada emiten di sektor pembiayaan dan infrastruktur.

Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendrayana, menjadikan ICBP sebagai top picks saham emiten di Grup Salim. Entitas anak PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) itu, diuntungkan oleh harga bahan baku yang turun seiring dengan penguatan rupiah. Pada saat yang sama, penjualan produsen Indomie ini juga tercatat tumbuh dua digit.

Saham INDF juga menjadi saham pilihan lainnya di Grup Salim. Meski harga CPO turun dalam, tetapi perseroan dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja yang ditopang oleh divisi Bogasari. Adapun, penyesuaian indeks LQ45 menjadi katalis dalam jangka pendek.

Saham ICBP dapat menjadi pilihan menarik untuk investasi jangka panjang karena fundamentalnya yang kokoh. Wawan memberikan rekomendasi beli terhadap saham ICBP dengan target harga Rp12.000 dan INDF dengan target harga Rp7.500 hingga akhir tahun ini.

“Untuk jangka pendek, valuasi murah, dan memiliki potensi naik, bisa ke INDF. Tapi risikonya akan lebih besar karena bisnisnya terdiversifikasi sejak dari hulu ke hilir. Sehingga, pengaruh ke harga saham bukan berasal dari satu sektor saja,” katanya.

REKOMENDASI

Di Grup Sinarmas, analis menjadikan saham BSDE dan DMAS sebagai top picks. Wawan melihat sektor properti dihujani sentimen positif seperti penurunan suku bunga dan insentif pajak untuk segmen properti mewah. Sehingga, katalis itu diperkirakan bakal mendorong kinerja perseroan di semester II/2019. “BSDE bisa memanfaatkan karena segmen mereka menengah ke atas,” imbuhnya.

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer INDF serta ICBP, merasa senang atas kinerja positif dua emiten itu pada semester I/2019. Penurunan harga CPO yang terus berlanjut menjadi tantangan bagi grup agribisnis perseroan.

Meski demikian, INDF optimistis terhadap hasil yang positif di sisa tahun ini dengan mempertahankan keunggulan kompetitif perseroan melalui peningkatan produktivitas dan pengendalian biaya. Perseroan juga akan tetap fokus menjalankan strategi untuk menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan, serta menempatkan ICBP pada posisi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

“Pencapaian [INDF] yang baik telah dikontribusikan oleh Grup CBP termasuk pada periode hari raya yang baru saja berlalu,” terangnya dalam keterangan resmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indf bsde icbp dmas
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top