Semester I/2019, Acset Indonusa (ACST) Masih Merugi Rp404 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, Acset Indonusa membukukan pendapatan Rp1,55 triliun. Posisi itu turun 7 persen dari Rp1,65 triliun periode yang sama tahun lalu.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  22:46 WIB
Semester I/2019, Acset Indonusa (ACST) Masih Merugi Rp404 Miliar
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Acset Indonusa Tbk. masih membukukan rugi bersih Rp404,43 miliar pada semester I/2019.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, Acset Indonusa membukukan pendapatan Rp1,55 triliun. Posisi itu turun 7 persen dari Rp1,65 triliun periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, emiten berkode saham ACST itu tercatat masih membukukan rugi bersih Rp404,43 miliar pada semester I/2019. Posisi itu berbalik dari keuntungan Rp73,44 miliar pada semester I/2018.

Dalam siaran pers, Selasa (30/7/2019), Manajemen ACST menjelaskan bahwa penurunan pendapatan akibat tegerusnya pendapatan dari sektor infrastruktur. Kondisi itu seiring dengan hampir rampungnya proyek berjalan.

Kendati demikian, pada Januari 2019—Juni 2019, sektor infrastruktur masih berkontribusi paling besar 71 persen. Sisanya, kontribusi berasal dari sektor konstruksi 13 persen, pondasi 8 persen, dan sektor lainnya 8 persen.

Entitas anak PT United Tractors Tbk. itu menjelaskan bahwa kerugian yang diderita akibat keterlambatan penyelesaian beberapa proyek contractor pre financing (CPF) dan struktur. Kondisi itu membuat terjadinya peningkatan biaya pendanaan, biaya overhead, dan tambahan biaya untuk percepatan penyelesaian proyek-proyek tersebut.

“Di samping itu, ACST juga mengalami penyesuaian nilai pekerjaan yang mengakibatkan terjadinya penurunan pendapatan dan laba dari proyek berjalan,” tulis manajemen dalam siaran pers, Selasa (30/7/2019).

Kendati demikian, ACST menyebut telah menerapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja dan mendukung pertumbuhan. Beberapa langkah yang ditempuh di antaranya penerapan skema pengelolaan modal kerja yang lebih baik khususnya untuk proyek CPF, pengendalian proyek dengan lebih efektif dan efisien, serta peningkatan kualitas operasional perseroan.

Perseroan menyatakan akan terus fokus kepada pproyek infrastruktur sebagai penunjang utama pertumbuhan. Selaini itu, ACST akan mempertahankan lini bisnis pondasi dan struktur secara lebih selektif.

“ACST akan memberdayakan keahliannya dalam dua bidang tersebut untuk mengembangkan dan melakukan diversifikasi secara kompetitif ke bidang pekerjaan kelautan dan soil improvement,” imbuh manajemen.

Sebagai catatan, ACST membukukan rugi bersih Rp90,96 miliar pada kuartal I/2019. Posisi itu berbanding terbalik dari keuntungan Rp38,92 miliar pada akhir Maret 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, acst

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top