Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Menguat, Rupiah Kembali ke Level Rp14.000

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.009 per dolar AS, melemah 0,23 persen atau 32 poin pada perdagangan hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  18:42 WIB
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (26/7/2019), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.009 per dolar AS, melemah 0,23 persen atau 32 poin pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Kamis (25/7), rupiah mampu ditutup menguat 0,14 persen atau 20 poin di level Rp13.977 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka terdepresiasi 0,16 persen atau 23 poin di level Rp14.000 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.000-Rp14.013 per dolar AS.

Seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,1 poin atau 0,1 persen ke level 97,918 pada pukul 17.40 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka turun tipis 0,025 poin atau 0,03 persen di level 97,793, setelah berakhir menguat 0,09 persen atau 0,089 poin di posisi 97,818 pada perdagangan Kamis (25/7).

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Dilansir dari Reuters, dolar AS diperdagangkan di kisaran penguatannya setelah investor mengurangi ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga secara agresif oleh bank sentral AS Federal Reserve.

The Fed diantisipasi luas akan memangkas suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan yang berakhir pada Kamis (31/7/2019) mendatang.

Namun, ada pandangan yang berkembang bahwa langkah tersebut mungkin terjadi tidak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya, bukan awal dari siklus pelonggaran utama.

“Pasar telah memperhitungkan ekspektasi penurunan suku bunga, dan kini hal itu berubah. Sentimen ini mendukung dolar AS,” ujar Takuya Kanda, general manager riset di Gaitame.Com Research Institute, Tokyo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top