Ringkasan Perdagangan 23 Juli: IHSG Terkoreksi, Rupiah Tertekan Dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya bersama nilai tukar rupiah pada perdagangan hari kedua berturut-turut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  19:22 WIB
Ringkasan Perdagangan 23 Juli: IHSG Terkoreksi, Rupiah Tertekan Dolar AS
Rupiah dan IHSG kompak menguat dua hari beruntun Rabu dan Kamis 9 dan 10 Januari 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya bersama nilai tukar rupiah pada perdagangan hari kedua berturut-turut.

Di sisi lain, rata-rata indeks saham di Asia mampu berakhir di zona hijau didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga menjelang pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa pekan ini dan Federal Reserve AS pekan depan

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Selasa (23/7/2019):

IHSG Bertahan di Level 6.400, Rupiah Melemah Lagi

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berakhir melemah 0,46 persen atau 29,74 poin di level 6.403,81, koreksi hari kedua berturut-turut.

Saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 24,84 persen dan 0,87 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG.

Sementara itu, nilai tukar rupiah lanjut berakhir melemah 42 poin atau 0,30 persen di level Rp13.985 per dolar AS, pelemahan hari kedua, seiring dengan berlanjutnya penguatan indeks dolar AS.

“Pasar telah mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga secara agresif oleh The Fed, sehingga memberikan dukungan untuk dolar AS,” ujar Qi Gao, pakar strategi mata uang di Scotiabank.

Pasar Saham Global Menguat

Bursa Eropa berhasil menguat bersama bursa Asia dan indeks futures AS, di tengah pekan yang ramai oleh rilis laporan kinerja keuangan korporasi dan potensi perkembangan negosiasi perdagangan AS-China.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,8 persen dan 0,95 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan ditutup naik 0,39 persen.

Di China, dua indeks saham utamanya, Shanghai Composite dan CSI 300 naik 0,45 persen dan 0,22 persen. Adapun indeks Hang Seng Kong berakhir naik 0,34 persen.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2019 terpantau melemah 3,20 poin atau 0,22 persen ke level US$1.423,70 per troy ounce pukul 18.47 WIB, seiring dengan menguatnya dolar AS yang membebani prospek permintaan aset ini.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,24 persen atau 0,236 poin ke posisi 97,493.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik sebesar Rp1.000 menjadi Rp705.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam ikut naik Rp1.000 menjadi Rp634.000 per gram.

Minyak Mentah Reli, Harga Karet Mengencang

Harga karet di Tokyo dan Shanghai berhasil rebound dan berakhir di zona hijau pada perdagangan hari ini, di tengah reli harga minyak mentah.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2019 terpantau lanjut naik 0,11 persen atau 0,06 poin ke level US$56,28 per barel pada pukul 15.13 WIB, setelah berakhir menguat 0,82 persen di posisi 56,22 pada Senin (22/7).

Meningkatnya ketegangan di Teluk Persia mengancam akan mengganggu aliran energi dari wilayah kaya akan minyak mentah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top