The Fed Indikasikan Penurunan Suku Bunga, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (19/7/2019) setelah pejabat tinggi Federal Reserve memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga AS akhir bulan ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  15:35 WIB
The Fed Indikasikan Penurunan Suku Bunga, Bursa Asia Menguat
Bursa MSCI Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (19/7/2019) setelah pejabat tinggi Federal Reserve memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga AS akhir bulan ini.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang naik 1 persen, bangkit kembali dari pelemahan hari sebelumnya, sementara indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 1,94 persen dan 2 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat 0,79 persen dan 1,05 persen, sementara indeks Hang Seng menguat 1,15 persen, sedangkan indeks Kospi menguat 1,35 persen.

Dilansir Reuters, Presiden The Fed wilayah New York John Williams mengatakan pada hari Kamis (18/7) bahwa bank sentral tidak bisa menunggu bencana ekonomi terjadi sebelum menambahkan stimulus. Hal ini dianggap sebagai argumen kuat yang mendukung tindakan moneter dengan segera.

Komentar oleh Williams memastikan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan kebijakan 30-31 Juli mendatang dan juga membuka kembali harapan pemangkasan sebesar 50 bps.

Pasar keuangan dengan cepat bereaksi, dengan probabilitas penurunan suku bunga 50 bps mencapai hampir 70 persen. Peluang tersebut berkurang menjadi sekitar 40 persen setelah The Fed New York mengklarifikasi bahwa pidato Williams bukan tentang arah kebijakan langsung.

"Pada bulan Juli kami memperkirakan bank-bank sentral akan melakukan pelonggaran di seluruh dunia, dipimpin oleh Fed dan ECB," tulis para ekonom di Morgan Stanley, seperti dikutip Reuters.

Setelah penurunan suku bunga oleh bank sentral Afrika Selatan dan Ukraina minggu ini, Rusia dan Turki diperkirakan untuk bergabung dengan pelonggaran di Eropa tengah dan timur.

Korea Selatan dan Indonesia juga menurunkan suku bunga acuan pekan ini, dengan Bank Indonesia memangkas suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (7-DRR) menjadi 5,75 persen.

Untuk pekan ini, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang naik 1 persen, karena aset berisiko sebagian dibatasi oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan bea impor pada lebih banyak barang-barang asal China.

Kedua belah pihak memulai kembali perundingan baru-baru ini untuk mengakhiri perang dagang selama setahun yang telah mengguncang pasar keuangan dan memperlambat pertumbuhan global. Tetapi sebagian besar analis memperkirakan kesepakatan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

"Ekspektasi kebijakan The Fed yang dovish memang memberikan dukungan untuk pasar ekuitas, yang ditetapkan untuk rebound setelah mengalami kerugian pada hari sebelumnya," kata Masahiro Ichikawa, analis senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management.

"Tapi faktor-faktor seperti masalah perdagangan AS dan China serta ketegangan dengan Iran cenderung membatasi kenaikan pasar," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top