Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bahas Kesejahteraan Petani, Para Produsen Kopi Dunia Bakal Bertemu di Brasil

Sejumlah organisasi representasi para petani kopi di seluruh dunia akan bertemu pekan depan di Brasil, untuk membahas masalah yang tengah dihadapi sektor ini. 
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  16:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah organisasi representasi para petani kopi di seluruh dunia akan bertemu pekan depan di Brasil, untuk membahas masalah yang tengah dihadapi sektor ini. 

Industri kopi saat ini  diperkirakan sedang berada dalam masa sulitnya. Hal itu ditandai dengan harga kopi yang tak lagi mampu menutupi biaya produksi, sehingga mendorong para petani keluar dari bisnis tersebut.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/7/2019), kota Campinas di Brasil, bagian tenggara Sao Paolo, akan menghelat forum bertajuk World Coffee Producers Forum pada 10-11 Juli mendatang. Edisi pertama digelar di Medellin, Kolombia, pada 2017.

Panitia konferensi global tersebut mengatakan, tujuan utama perhelatan pada tahun ini, yaitu mencari cara meningkatkan keberlanjutan ekonomi para produsen kopi dunia. “Di Medellin, targetnya adalah menemukan jalan untuk memobilisasi produsen, untuk memiliki forum koordinasi untuk diskusi berbagai isu,” kata Vanusia Nogueira, salah satu panitia.

Dia menambahkan, harga kopi sejauh ini kurang menggembirakan. Oleh sebab itu perlu dicari alternatif lain untuk meningkatkan pendapatan bagi para petani.

Harga kopi di New York mencapai titik terendah 12 tahun pada Mei lalu di level US$86,00 per pon. Harga mulai pulih sedikit baru-baru ini, sebagian besar karena ekspektasi musim dingin di Brasil. Namun, masih di sekitar level US$110 sen per pon, tingkat yang dinilai oleh para produsen tidak berkelanjutan.

Jose Marcos Magalhaes, Kepala Minasul dan anggota Dewan Kopi Nasional Brasil mengatakan, beberapa isu yang akan dibahas berkaitan dengan cara petani kopi menjual hasil panen mereka. “Kita perlu menggunakan teknologi, aplikasi baru untuk memfasilitasi dan mempercepat penjualan. Para produsen kopi perlu memiliki cara untuk mengambil kesempatan saat harga kopi naik,” katanya.

Nogueira melanjutkan, beberapa negara yang berpartisipasi menyarankan forum tersebut perlu membahas cara untuk mengendalikan rantai penjualan kopi dari negara-negara produsen ke pusat-pusat konsumen utama, tetapi tidak ada konsensus.

“Brasil menentang pembatasan pasokan. Pasar kopi adalah pasar bebas, itu tidak perlu dipertanyakan lagi,” katanya.

Meskipun demikian, menurutnya, inisiatif lain mengenai harga, seperti menetapkan nilai dasar yang mirip dengan apa yang coba dibicarakan oleh produsen utama kakao di Afrika dengan prosesor, bisa dibahas dalam forum tersebut.

Pekan ini, federasi kopi Kolombia menyarankan harga dasar untuk kopi sebesar US$2 per pon. Hal itu sebagai cara untuk memberikan pengembalian yang adil kepada produsen, serta menjaga petani mengurangi produksi atau meninggalkan sektor ini.

Magalhaes mengatakan, bagian produsen dari pendapatan yang dihasilkan kopi di seluruh dunia terus turun."Kami perlu menemukan opsi untuk menghentikan tren itu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi harga kopi
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top