Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akhir Sesi I, IHSG Pertahankan Rebound Saat Bursa Asia Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,59 persen atau 37,0 poin ke level 6.347,49 pada akhir perdagangan sesi I hari ini dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  12:35 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan penguatannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (27/6/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,59 persen atau 37,0 poin ke level 6.347,49 pada akhir perdagangan sesi I hari ini dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

IHSG sebelumnya dibuka rebound dengan penguatan 0,23 persen atau 14,20 poin ke level 6.324,70. Adapun pada akhir perdagangan Rabu (26/6), IHSG ditutup melemah 0,16 persen atau 9,96 poin ke level 6.310,49.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.320,09-6.353,61.

Tujuh dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 2,09 persen, disusul sektor aneka industri yang naik 1,55 persen.

Di sisi lain, sektor pertanian yang melemah 3,02 persen dan tambang yang turun 0,43 persen menahan penguatan IHSG pada akhir sesi I hari ini.

Sebanyak 210 saham menguat, 162 saham melemah, dan 265 saham stagnan dari 637 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII) yang masing-masing menguat 2,76 persen dan 1,72 persen menjadi penopang utama IHSG pada akhir sesi I berdasarkan kapitalisasi pasar.

IHSG menguat di saat indeks saham lainnya di Asia bergerak menguat, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,87 persen dan 0,84 persen pada pukul 11.59 WIB, sedangkan indeks Hang Seng menguat 1,11 persen.

Sementara itu di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,97 persen dan 1,37 persen.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia menguat pada perdagangan Kamis menyusul laporan media bahwa Amerika Serikat dan China secara tentatif telah menyetujui gencatan senjata dalam perang perdagangan, menjelang pertemuan antara kedua negara akhir pekan ini.

South China Morning Post (SCMP), mengutip sumber, mengatakan di Washington dan Beijing sedang menyusun perjanjian yang akan membantu mencegah tarif lanjutan pada impor asal China senilai US$300 miliar.

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan Presiden China Xi Jinping mungkin dilakukan akhir pekan ini meskipun ia siap untuk mengenakan tarif pada hampir seluruh impor China yang tersisa jika pembicaraan gagal.

"Tapi proses gencatan perdagangan tampaknya telah dimulai," kata SCMP, mengutip salah satu sumbernya.

Hubungan antara Washington dan Beijing telah menurun sejak pembicaraan gagal pada Mei, ketika AS menuduh Chjina mengingkari janji untuk mereformasi ekonominya.

Banyak investor memperkirakan pasar akan tetap dalam kisaran yang sempit sampai setelah pertemuan akhir pekan para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, di mana Trump juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan negara-negara lain.

"Intinya adalah pasar telah dihantam oleh rentetan kekhawatiran yang mengaburkan kejelasan dari sebelumnya," kata Chris Weston, analis pasar di Pepperstone, seperti dikutip Reuters.

"Sementara situasi yang paling mungkin adalah kita hanya mendengar banyak keberanian bahwa kedua belah pihak berencana untuk bekerja sama secara erat dan setuju untuk menemukan solusi yang ramah, kita masih perlu mempertimbangkan apakah peristiwa tersebut menimbulkan risiko yang terbuka bagi pasar," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top